Tetty ‘Curhat’ ke MenPAN RB

Bahas Persoalan Honda K-2 Hingga Passing Grade


Laporan : Servi MARADIA

Semangat juang Bupati Dr Christiany Eugenia Paruntu SE untuk menjawab kerinduan Honorer Daerah Kategori 2 (honda K-2) yang mengabdi di Tanah Teguh Bersinar, menggebu. Perjuangan tanpa henti ditempuh. Tekad itu kembali menghentar Tetty, sapaan akrab bupati, menyambangi kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) di Jakarta, Rabu (30/1) kemarin.

Kedatangan Bupati Tetty bersama enam kepala daerah lainnya yang terhimpun dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Se-Indonesia (APKASI), adalah untuk membawa aspirasi Honda K-2 di Kabupaten Minsel yang hingga kini tak kunjung diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Keluhan itu disampaikan langsung dihadapan Menteri PAN-RB, Syafruddin.

“Banyak Honda K-2 yang sudah mengabdi dan berkarya, bahkan ada yang lebih dari 15 tahun tapi belum terakomodir sebagai CPNS. Mereka telah banyak berkorban untik kemajuan daerah, jadi mohon ini kiranya menjadi perhatian pak menteri,” ungkap Tetty dihadapan MenPan-RB.

Tak hanya itu, ada beberapa persoalan yang ikut diperjuangkan Bupati. Diantaranya soal rekrutmen CPNS 2018. "Banyak yang mengeluhkan soal passing grade yang terlampau tinggi, itu menyulitkan masyarakat yang hendak mengikuti tes CPNS," tutur Bupati yang populer dengan sederet prestasi membanggakan itu.

Selain itu, Tetty juga melakukan konsultasi terkait beberapa hal, diantaranya mengenai rekrutmen Pejabat Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), penegakan hukuman disiplin PNS, termasuk soal pengangkatan dan pemberhentian pejabat tinggi pratama.

Perjuangan Bupati Tetty itu turut dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minsel Drs Roy Tiwa. "Jadi ibu Bupati terus berupaya untuk perjuangkan Honda Kategori 2 baik jalur ASN maupun PPK.," katanya.

Bupati, katandia, terus berjuang dan berharap direstui oleh KemenPanRB. "Intinya kami akan menunggu juknis dari pusat terkait hal tersebut," ucapnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu Prof DR Ryaas Rasyid selaku penasehat APKASI yang juga mantan Menpan RI. (**)


Komentar