DBD di Minahasa Tembus 190 Kasus


Tondano, MS

Serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Minahasa terus bertambah. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, jumlah warga yang terkena virus dengue mencapai 190 kasus. Angka ini terbilang signifikan jika dibanding dengan jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2018 yaitu sebanyak 282 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa dr Yuliana Kaunang menyebut bahwa serangan DBD di awal tahun ini salah satunya dikarenakan siklus lima tahunan. "Pola penyakit DBD yang paling dikenal selama ini yaitu siklus lima tahunan. Dinamakan begitu karena dari hasil penelitian terlihat bahwa setiap lima tahun terjadi kenaikan signifikan jumlah kasus DBD di Indonesia," papar Kaunang, Kamis (31/1) kemarin.

Namun dia mengaku belum mengetahui pasti apa faktor penyebab terjadinya siklus lima tahunan. "Istilah itu muncul berdasarkan pengamatan jumlah kasus dari tahun ke tahun, dimana sesuai prevalence epidemiology selalu terjadi peningkatan setiap lima tahun," jelasnya.

Bersyukur dari jumlah 190 kasus DBD yang terjadi awal tahun ini belum ada korban jiwa. "Tentu kita berharap tahun ini tidak ada warga yang meninggal akibat DBD," harap Kaunang sembari menyebut jumlah kasus kematian akibat DBD pada 2018 lalu sebanyak 28 orang.

Di Minahasa, upaya pencegahan serangan DBD dilakukan dengan berbagai cara,

dari pengasapan atau fogging hingga kerja bakti serentak yang melibatkan semua pihak. Bupati Ir Royke Oktavian Roring M.Si dan Wakil Bupati Robby Dondokambey S.Si (RR-RD) bahkan menginstruksikan pembentukan posko penanganan DBD di tiap kecamatan.

"Selain itu pak bupati juga menginstruksikan untuk mengunjungi secara langsung pasien DBD yang sementara menjalani perawatan. Selain sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan dari pemerintah, kunjungan juga bertujuan untuk memberi dukungan moril bagi keluarga," tandas Kaunang.

Namun yang terpenting, penerapan pola hidup masyarakat adalah kunci utama untuk menghindari semua penyakit, termasuk DBD. "Makanya sosialisasi 3 M plus terus kita lakukan, dengan harapan masyarakat dapat secara rutin menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya.

Hingga saat ini upaya pencegahan penyebaran DBD terus dilakukan. Seperti terpantau pada Kamis (31/1) kemarin di kecamatan Tondano Timur. Petugas dari dinas kesehatan, puskesmas setempat dan pemerintah kecamatan melakukan fogging di Kelurahan Kiniar dan Kelurahan Ranowangko.

Camat Tondano Timur Ivon Wilar mengatakan, fogging dilakukan menyusul ada warga di dua kelurahan tersebut yang positif terkena DBD. "Iya, saat ini pasien sementara menjalani perawatan di rumah sakit, yang satu seorang anak berusia 13 tahun dan satunya lagi ibu rumah tangga umur 57 tahun," tutur Wilar. (jackson kewas)


Komentar