Bawaslu Bidik Kebenaran Laporan Sumber Dana Kampanye


Manado, MS

 

Mata Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) membidik. Kebenaran laporan penerimaan sumber dana kampanye bakal disasar. Kekhawatiran terjadinya manipulasi data jadi penyebab.

 

Upaya melakukan langkah investigasi terkait masalah ini dipastikan, Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda. Ia menyampaikan, pihaknya akan menelusuri lebih jauh terkait laporan sumbangan dana kampanye tersebut. Ini demi memastikan bahwa data yang disampaikan adalah benar-benar sesuai ketentuan. "Kita nanti akan memastikan bahwa para penyumbang itu bukan merupakan pihak-pihak yang dilarang dan datanya benar-benar asli," ucap Malonda, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

 

Bawaslu akan ada waktu khusus untuk mengkaji kembali sumber dana kampanye dari laporan yang sudak masuk. "Pasti kita akan kaji kembali laporan yang telah masuk. Kita akan koordinasi dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk menyampaikan hal ini. Ada waktu kita akan melakukan penelusuran lebih lanjut," tuturnya.

Dana yang tidak diperbolehkan diantaranya menurut Malonda adalah yang berasal dari pemerintah. Begitu pula perusahaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak diperkenankan untuk memberikan sumbangan.

 "Perusahaan di luar BUMN dan BUMD bisa memberikan sumbangan. Hanya saja ada batasnya," ujar Malonda.

 

Selain itu, Bawaslu pula mengaku akan melakukan investigasi bila ada calon legislatif yang melakukan deal-deal tertentu yang tidak diperkenankan dengan pihak korporasi. "Kita akan lihat saja ke depan yang penting pihak swasta dibolehkan. Tapi kita akan lihat  seperti apa. Maka dari itu pentingnya fungsi investigasi kita," kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar