Intensitas Hujan Kembali Meninggi, Warga Diminta Waspada


Tondano, MS

Iklim di wilayah Minahasa kembali memburuk. Intensitas curah hujan tinggi terjadi, Rabu (6/2), sejak pagi hingga malam. Potensi banjir, longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi kembali meneror. Pemerintah siaga. Seruan waspada digaungkan.

Sejak beberapa hari lalu, hujan deras kembali mengguyur wilayah Minahasa. Dampak buruk yang dikhawatirkan terjadi akibat kondisi ini memicu gerak antisipatif instansi pemerintahan terkait. Apalagi ditinjau dari sisi geografis, struktur tanah di sejumlah wilayah Minahasa dikenal rentan longsor saat intensitas hujan meningkat.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Drs Yohanis Pesik meminta seluruh warga yang tinggal di area rawan bencana agar jelih melihat perkembangan kondisi di lingkungan tempat tinggalnya. "Waspadai potensi bencana karena kondisi cuaca saat ini kembali memburuk. Jadi alangkah baiknya mengantisipasi sebelum terjadi, karena bencana tidak bisa kita prediksikan kapan terjadi, namun yang bisa kita lakukan hanya menghindari dengan mengamati perkembangan kondisi di lingkungan masing-masing," pesan Pesik.

Ada beberapa kecamatan yang disebut rawan longsor, seperti di Langowan Selatan, Kombi, Tombariri, Tombulu dan lainnya. Sementara wilayah rawan banjir diantaranya pinggiran Danau Tondano termasuk sebagian wilayah Remboken dan Kakas serta kawasan pemukiman di kawasan bantaran sungai.

Pesik mengimbau warga yang tinggal di area rawan longsor khususnya di daerah perbukitan agar waspada dan sebaiknya mengungsi di wilayah aman jika cuaca terus memburuk. Begitu juga yang bermukim di kawasan rawan banjir. "Masyarakat yang berprofesi nelayan juga harus hati-hati, karena perubahan iklim juga dapat mengakibatkan gelombang air laut meninggi," ujarnya.

Apalagi, lanjut Pesik, sudah ada himbauan dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) jika sebagian wilayah di Indonesia termasuk Minahasa berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. "Yang sering beraktivitas di wilayah perbukitan untuk bisa pro aktif dalam melihat kondisi sekitar. Jika hujan sudah mulai turun dan ada potensi bencana seperti tanah longsong di sekitar kiranya untuk segera mungkin menghindar dan mencari tempat lebih aman," paparnya.

Sebab kondisi saat ini menurutnya bisa berpontensi bencana dan mengancam keselamatan jiwa, termasuk kerugian materil jika warga tak waspada.
“Intinya kalau memang melihat situasi sudah akan berdampak pada bencana, kami minta warga untuk segera mengungsi ke tempat lebih aman sehingga aman dari potensi dan bahaya bencana,” ungkapnya.

Diketahui, gejala bencana alam di Minahasa mulai nampak sejak beberapa waktu lalu. Beberapa titik sempat mengalami longor dengan skala kecil hingga sedang. Selain itu, beberapa pohon tumbang di sejumlah ruas jalan utama. Beruntung gerak cepat pemerintah bersama aparat TNI dan POLRI berhasil mengatasi material-material longsor dan pohon tumbang yang sempat mengganggu arus lalu lintas saat itu. (jackson kewas)


Komentar