Imigran Afganistan Lakukan Aksi Bakar Diri


Imigran Afganistan yang dilarikan ke rumah sakit bertambah. Kali ini bukan hanya sekedar mogok makan, namun diduga salah satunya melakukan aksi bakar diri.

Usai kisah dua pencari suaka yakni Amira (44) dan Akila (44) yang harus berujung di Rumah Sakit Advent Manado, kini dua imigran yang tinggal di rumah detensi imigrasi (Rudenim) Manado, dilarikan ke Rumah Sakit TNI Wolter Monginsidi Manado, Kamis, (7/2) kemarin. Ketika wartawan harian ini sampai ke lokasi Rudenim Manado, bertepatan pihak penjaga di sana sedang membawa dua imigran itu, Mohammad Rahim dengan Sajjad (24). Sesuai keterangan dari pihak Rudenim Manado, Sajjad yang kulitnya agak nampak terkelupas pasca insiden itu berupaya membakar dirinya. Kepala Rudenim Manado, Arthur Mawikere saat dikonfirmasi sejumlah awak media, membenarkan kejadian tersebut. "Iya, dia mencoba untuk membakar diri," ujar Mawikere, saar didatangi wartawan, di ruang kerjanya kemarin.

Dia menjelaskan, status mereka sudah menjadi tanggung jawab pihak Imigrasi Manado. Hal itu karena pihak  United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) per tanggal 31 Januari telah final menolak permohonan untuk menjadi pengungsi. "Dikarenakan ulah dan sikap mereka yang tidak mau mengikuti prosedur dari UNHCR yang mengurus tentang pengungsi dan pencari suaka," katanya.

Pasca surat itu, status mereka telah menjadi tanggung jawab imigrasi.  Menurutnya, tak lama kemudian mereka mendemo dan tidak mau menerima makanan atau mogok makan. "Mereka bahkan menyudutkan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), UNHCR dan negara melalui Institusi imigrasi dengan membuat berita bohong di conten online sehingga tadi (kemarin, red), pihak imigrasi diback-up dengan kepolisian dan ditahanan untuk menertibkan barang mereka termasuk HP (handpohne) dan barang tajam," jelasnya.

Sementara, Kepala Rumah Sakit Wolter Monginsidi, Letkol CKM dr. F. Alvian Amu SPP, MARS, ketika diwawancarai, selaku pihak rumah sakit menyampaikan, pasien apapun yang dibawa rumah sakit tentu akan diobati sebaik-baiknya. "Kami dapat  informasi setenga dua siang dibawa ke Wolter Monginsidi dengan luka bakar. Dapat informasi secara singkat, dua orang tersebut adalah pengungsi dari Afganistan yang tinggal di kantor imigrasi Manado," ungkapnya.

Dia pun tidak mengetahui penyebabnya secara pasti atas kondisi pasien. "Mungkin bakar diri karena seperti ada luka bakar, kami belum tahu pasti. Kita tunggu konfirmasi ini," kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar