GKIC Manado Dituding Investasi Bodong

Diduga Wanprestasi


Manado, MS

Sorotan tajam publik terus menyasar PT Wenang Permai Sentosa. Profesionalitas  pengelola  Grand Kawanua Internasional City (GKIC) Manado itu diragukan. Dugaan wanprestasi atau ingkar janji jadi pemicu.

 

Teranyar, somasi kedua kembali dilayangkan salah satu konsumennya, Geraldi. Tudingan investasi bodong pun dilontarkan ke salah satu developer perumahan elit di Sulawesi Utara itu.

 

Geraldi melalui kuasa hukumnya, Suprianto Tahumang, kini kembali membeberkan sejumlah informasi.

 

"Perusahaan melakukan kesalahan tidak mau bertanggungjawab, menggantung nasib costumer. Ini sama saja investasi bodong untuk warga Manado dan sekitarnya. Iklan banyak di baliho tapi ternyata tidak kooperatif dalam penanganan permasalahan yang terjadi karena kesalahan perusahaan," tegas Tahumang kepada wartawan harian ini, Kamis (7/2) kemarin.

 

Dia menambahkan, jika pihak PT Wenang Permai Sentosa selaku pengelola GKIC terus abai, maka pihaknya akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum.

 

"Jelas ada dugaan tindak pidana. Kalo perusahaan seperti ini dibiarkan, akan merusak investasi Manado, merugikan banyak masyarakat," jelasnya.

 

Untuk itu Tahumang berharap agar managemen dan pimpinan perusahaan segera berbenah dan lebih memikirkan nasib konsumen.

 

"Jangan hanya berpikir keuntungan. Bijaksanalah, kalo kesalahan di pihak perusahaan, bertanggung jawab," tandasnya sembari menghimbau kepada PT WSP untuk mengembalikan hak-hak kliennya.

 

"Kembalikan uang klien kami, selesai. Itu bentuk dari itikad baik dan tanggung jawab perusahaan," pungkasnya.

 

Sebelumnya, Tahumang Cs juga telah melayangkan somasi kepada PT  WPS. Namun, hingga saat ini kedua pihak masih belum mendapatkan titik temu.

 

Untuk diketahui, sebelumnya  Geraldi telah melakukan pembelian atas satu unit residence atau ruko dengan nomor 49/SPU-GCDV/I/2017 tanggal 14 Januari 2017 dalam kawasan Grand Kawanua International City pada Cluster Grand Casa De Viola dengan harga Rp 1.247.950.019.

 

Dalam prosesnya, Geraldi telah menyetorkan uang sebesar Rp 1.040.000.000 kepada pihak PT Wenang Permai Sentosa. Dengan perjanjian estimasi pengerjaan akan rampung 100 persen pada 27 Januari.

 

Namun sayangnya, sampai saat ini,  proses pengerjaan fisik rumah baru 20 persen. Hal tersebut dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan perjanjian antara pihak pembeli dan penjual, PT Wenang Permai Sentosa. (kharisma)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors