Gempa HalBar, Warga Sulut Panik


WARGA Nyiur Melambai panik. Kamis (7/2) siang, gempa bumi kembali dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Aktifitas warga hingga perkantoran sempat terganggu.

 

“Sempat khawatir. Guncangan sangat terasa dengan durasi yang lama,” aku Rendra, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon.

 

Hal yang sama dikatakan Danny Sumual, warga Kecamatan Eris. Efek gempa ini membuat dia bersama keluarga langsung keluar rumah untuk mencari lokasi yang aman. “Guncangan sangat terasa, makanya harus menghindar. Takut adanya runtuhan bangunan,” ungkap dia.

 

Informasi yang dirangkum media ini, gempa bumi dengan magnitudo 5,6 terjadi di wilayah laut sebelah barat laut Kabupaten Halmahera Barat (HalBar), Kamis (7/2) sekira  pukul 11.15 WIB.

 

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan, gempa tektonik tersebut tidak berpotensi tsunami.

 

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 5,6 yang kemudian dimutakhirkan menjadi Magnitudo 5,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,58 Lintang Utara dan 126,43 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 128 km arah Barat Laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Propinsi Maluku Utara pada kedalaman 39 km.

 

Rahmat mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi batuan pada Lempeng Laut Maluku.

 

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah laut di sebelah Barat Laut Kabupaten Halmahera Utara itu, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar oblique naik (oblique thrust fault). Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan di Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Bitung, dan Ternate III-IV MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.(tmp/tim ms)


Komentar