Waraney Puser In’Tana Diminta Jaga NKRI

HAG Hadiri Pelantikan WPITTL Minut


Laporan: Risky Adrian

Sayap organisasi adat Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut (WPITTL) makin mengembang. Minahasa Utara (Minut) kini disasar. Terbentuknya pengurus jadi jembatan. Gelombang asa pun ikut mengiringi. Utamanya dalam peran mereka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Eksistensi kepengurusan WPITLL kian getol ditumbuhkan hingga ke kabupaten kota di Sulawesi Utara (Sulut). Buktinya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Besar (DPB) WPITTL John FS Pandeirot melantik pengurus Kabupaten Minut yang bertempat di Balai Desa Tatelu Kecamatan Dimembe, Sabtu (9/2). Ketika itu, Pembina DPB WPITTL Hangky Arther Gerungan (HAG) dalam sambutannya, menyampaikan selamat bagi pengurus Minut yang baru dilantik. Mereka diharapkan harus taat ikrar kehormatan adat. “Banyak selamat dan selamat berkarya buat pengurus yang baru. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dan mengingatkan kembali ikrar yang sudah diucapkan tadi. Pengurus yang baru, wajib menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus patuh pada Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga," ucap HAG.

Dirinya pun merasa bangga berada di tengah-tengah keluarga besar LSM WPITTL. Ia berharap, mudah-mudahan Tuhan menyertai dan membesarkan LSM ini. “Sebagai anggota LSM Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut, kita harus satu komando, kalau ada yang tidak ikut, berarti dia bukan anggota Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut. Ikrar harus ditanamkan dalam diri kita masing-masing sebagai anggota LSM Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut. Kita harus menjaga kebudayaan Minahasa," ungkap HAG.

Di satu sisi, Pembina WPITTL Kabupaten Minut, Hendrik Walukow SE mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Dirinya menyampaikan, LSM WPITTL mempunyai arti, peran dan fungsi kontrol dalam mengawasi program pemerintah. “Menyandang gelar sebagai waraney itu, bukan sembarang. Peran dan fungsi harus mampu diimplementasikan pengurus yang baru. Banyak selamat kepada pengurus Kabupaten Minut yang baru," tutur Walukow.

Ketum WPITTL John FS Pandeirot menyampaikan, pelantikan pengurus ini sebagai bentuk menjaga soliditas dan persatuan organisasi agar mampu berjalan seiring sejalan dengan satu komando. LSM WPITTL masuk lima besar se-Indonesia data dari Kesbangpol Sulut. Ditegaskannya, ada banyak yang sudah dilakukan sejak berdirinya LSM WPITTL dari tanggal 3 Maret 2010. “Banyak hal yang telah kami lakukan sebagai pengurus. Organisasi kita masih tetap dipercaya masyarakat, yang benar-benar membawa peran positif bagi masyarakat dan pemerintah. Kita mengingatkan tentang satu garis komando, satu garis kebersamaan, apa yang sudah ketua putuskan itu harus dikerjakan dan dikawal pengurus kabupaten kota," beber Pandeirot.

Ketum juga berharap, bagi pengurus LSM WPITTL Kabupaten Minut yang baru dilantik. Ini agar dapat menjalankan program kerja dari Dewan Pengurus Besar WPITTL.

“Diharapkan jajaran kabupaten bisa menjalankan program kerja Dewan Pengurus Besar. Dilaksanakan, disesuaikan situasi dan kondisi Kabupaten Minut itu sendiri,” pesannya.

Dalam pelaksanaan pelantikan, ikut dirangkaikan dengan aksi adat dengan menunjukan kehebatan seorang tuama waraney dalam menghadapi musuh di medan perang, meskipun sudah dipotong dan ditusuk pakai pisau tidak akan luka. Aksi ini juga ikut mengundang decak kagum sejumlah masyarakat yang hadir. Adapun nama-nama Pengurus WPITTL Kabupaten Minut yang baru yakni Ketua Waraney/Wulan Veki Mamahit, Wakil Ketua Waraney/Wulan Meikel Winowatan, Glen Wuisan, Bian Mamahit, Sekretaris Alex Kadiaman, Bendahara Ronny Katuuk, Panglima Marlon Suoth, Ketua Wulan Fransin Kaseger, Wakil Ketua Wulan Fransisca D Salu dan Mervy Ticoalu. (***)


Komentar