Banjir Dera 2 Kecamatan, DLHK Bolmut Turun Investigasi


Kaidipang, MS

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) bereaksi. Banjir yang menerjang dua kecamatan, yakni Bintauna dan Bolangitang Timur, jadi penyulut. Aktifitas perambahan hutan diduga menjadi pemicu.

Kesimpulan awal ini disampaikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bolmut setelah melakukan investigasi di wilayah-wilayah yang dinilai pemicu banjir, akhir pekan lalu. Itu mencakup area kerja PT Huma Sulut Lestari (HSL).

“Berdasarkan peta areal kerja PT HSL tahun 2018 yang disahkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, terlihat tidak ada aliran sungai utama yang hulunya berada di areal wilayah kerja PT HSL yang mengalir menuju Kecamatan Bintauna. Sehingga, dapat disimpulkan sementara jika banjir di Bintauna disebabkan oleh  PT HSL,” tandas Kepala DLHK Bolmut Irma Ginoga melalui Kepala Seksi Penaatan Lingkungan dan Kebersihan Veybi Djoharam, Minggu (10/2).

Ditambahkannya lagi, sudah banyak gunung-gunung yang mulai gundul akibat adanya kegiatan bercocok tanam. “Kerusakan hutan akibat perambahan hutan menjadi lokasi pertanian menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir dan ini tidak hanya terjadi di Bolmut, namun juga seluruh wilayah yang berada di dekat pegunungan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmut Salim bin Abdullah berharap, Pemkab Bolmut fokus menyeriusi persoalan banjir ini. Sebab, menurut dia, kejadian seperti itu tidak hanya terjadi sekali saja. “Hampir setiap tahun sejumlah wilayah Bolmut menjadi langganan banjir. Sehingga itu, perhatian dari seluruh pihak sangat dibutuhkan. Jika tidak, maka masyarakat Bolmut yang akan menjadi korban,” pinta Salim.(nanang kasim)


Komentar