Tiga Tahun Kepemimpinan OD-SK, Sulut Kian Hebat


DUET kepemimpinan Olly Dondokambey-Steven Kandouw (OD-SK) terbukti sakti. Deretan kemajuan Bumi Nyiur Melambai, dihentar dua putra daerah ini. Spirit kerja hebat OD-SK, mampu menjawab amanat yang diberikan rakyat tiga tahun silam.

Keberhasilan itu terpampang nyata. Di usia tiga tahun kepemimpinan, Selasa (12/2) hari ini, penjabaran visi dan misi OD-SK, bergulir mulus. Efeknya, capaian membanggakan diukir Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Masyarakat dari Miangas hingga Pinogaluman pun berdecak kagum.

Sektor ekonomi. Sejalan dengan perkembangan global dan nasional, pertumbuhan ekonomi Sulut meningkat. Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi jazirah utara Pulau Selebes tumbuh 6,32 persen dan merupakan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Di tahun 2018 kian menjulang. Pada triwulan I sekira 6,68 persen namun sedikit menurun di triwulan II yakni 5,83 persen. Berkat sinergitas bersama pemerintah daerah dan masyarakat, ekonomi Sulut kembali bangkit di triwulan III mencapai 6,01 persen. Itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,27 persen.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh sektor konstruksi, perdagangan besar dan eceran. Selanjutnya, reparasi mobil, sepeda motor, transportasi dan pergudangan serta pertanian, kehutanan serta perikanan.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, konsumsi pemerintah dan ekspor. Untuk nilai ekspor nonmigas pada Juli 2018 tercatat sebesar US$ 71,33 juta. Sementara impornya senilai US$ 13,94 juta. Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Juli 2018 tetap diduduki oleh lemak dan minyak hewan dan nabati, yakni senilai US$ 31,84 juta (44,64 persen dari total ekspor), sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral (mineral fuels), mineral oil products (27), senilai US$ 7,18 juta (51,48 persen dari total impor). Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Juli 2018 adalah Tiongkok US$ 14,43 juta, sedangkan negara pemasok terbesar adalah Malaysia US$ 7,49 juta (angka sementara).

Sedangkan untuk PDRB di tahun 2017, harga berlaku berada pada angka Rp110.16 triliun dan untuk harga konstan berada pada angka Rp79.50 triliun. Pada tahun 2018 pada semester pertama PDRB harga berlaku berada pada angka Rp56.02 triliun dan untuk harga konstan berada pada angka Rp39,55 triliun.

Angka kemiskinan Provinsi Sulut pada tahun 2016 berada pada angka 8,20 persen dan terus menurun hingga pada angka 7,9 persen di tahun 2017. Itu dan mampu ditekan hingga angka 7,59 persen di tahun 2018. Sedangkan, angka pengangguran pada tahun 2016 sebesar 6,20 persen meningkat hingga 7,18 persen di tahun 2017. Meski begitu, angka tersebut mampu ditekan hingga angka 6,86 persen di tahun 2018. Gini Ratio tahun 2017 sebesar 0,39 persen sama dengan posisi pada tahun 2016.

Bidang penting lainnya, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2017 berada pada skala 71,66. Itu lebih baik dibanding tahun 2016 pada skala 71,05.

Untuk Investasi tahun 2018 di Sulut sebesar Rp6,970 triliun yang terbagi atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp4,054 triliun atau 81,2 persen dari total investasi dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,916 triliun atau 18,8 persen dari total investasi. Secara keseluruhan angka tersebut mengalami peningkatan dibanding total investasi di tahun 2017 yang berada pada angka Rp6 triliun.

“Sebagai masyarakat Sulut tentu saja bangga. Kepemimpinan OD-SK yang solid, mampu menjawab harapan kami agar Sulut terus bergeliat maju. Itu berhasil,” terang pengamat pemerintahan dan kemasyarakat Sulut, Rolly Toreh SH.

Dia berharap disisa masa kepemimpinan OD-SK, Sulut akan semakin berkembang pesat. Apalagi, akses OD-SK di level pusat, sangat baik. “Artinya, mengembangan setiap potensi yang dimiliki daerah, untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” harap dia.

“Paling penting juga sinergitas dengan seluruh komponen pemerintah daerah sehingga apa yang dicita-citakan dapat terwujud,” kuncinya.(sonny dinar)

 

VISI

Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian dalam Budaya.

MISI 

Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sektor industri dan jasa.

Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing.

Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing.

Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri.

Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur.

Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.


Komentar