DBD ANCAM BOLTIM

Setiap Pekan Korban Bertambah


Tutuyan, MS

Demam Berdarah Dengue (DBD) terus teror masyarakat Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Hampir setiap pekan, penderita DBD terus bertambah. Penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti itu kini sangat merisaukan warga.

 

Teranyar, salah satu ketua partai di Boltim harus diberikan pelayanan ekstra oleh tenaga medis karena positif DBD.

 

"Sudah beberapa hari ini, ketua partai kami dirawat akibat positif DBD," ujar salah satu Caleg Partai Hanura, Widy Rumegang, Senin (11/2).

 

Menurutnya, dinas terkait harus segera melakukan upaya agar penderita DBD tidak bertambah lagi. Di antaranya melakukan fogging di pemukiman warga atau melakukan sosialisasi cara mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

 

"Ini harus jadi perhatian, terlebih sudah ada yang meninggal akibat DBD," tegasnya.

 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim melalui Kepala Bidang (Kabid) P2P dan Wabah, Sammy Rarung mengaku jika penderita DBD kini bertambah.

 

"Pada bulan Januari berjumlah 27 dan memasuki bulan Februari sudah 8 kasus DBD. Sehingga total kasus DBD sampai saat ini 35 kasus," tuturnya.

 

Menurut Rarung, terkait warga meninggal dunia yang diduga akibat serangan DBD, pihaknya masih melihat diagnosa medis.

 

"Adanya warga di Buyat meninggal dunia, yang kabarnya diserang DBD, belum kita pastikan hal itu. Sebab, masih melihat diagnosa dokter apakah positif DBD atau tidak," terangnya.

 

Lanjutnya, pihaknya telah menindaklanjuti penyebaran kasus DBD di wilayah Boltim.

 

"Kita sudah melakukan fogging. Namun, yang paling penting adalah kebersihan lingkungan. Nyamuk pembawa DBD mudah berkembang biak di lingkungan yang tidak bersih," jelasnya.

 

Sebelumnya, Kepala Dinkes Boltim Eko Marsidi menjelaskan, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilakukan dengan cara 3M Plus sangat efektif agar terhindar dari DBD.

 

"Menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD," paparnya.

 

"Selain itu, menaburkan bubuk larvasida (abate), menggunakan obat anti nyamuk, kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya ventilasi rumah dan mengindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk," urainya. (pasra mamonto)


Komentar