Sekolah Swasta Akan Dinegerikan


Kegelisahan sekolah swasta terkait penarikan guru-guru Aparatur Sipil Negara (ASN) ke sekolah negeri kans teratasi. Itu menyusul upaya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang bakal menegerikan sekolah swasta.

 

Pelaksana Tugas Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sulut Pdt Lucky Rumopa MTh menjelaskan, aturan baru ini akan diberlakukan pada 2020 mendatang. Makanya, perlu diantisipasi sehingga nanti tidak memunculkan kebingungan bagi para guru.

 

"Tenaga pengajar ASN nantinya tidak bisa lagi mengajar di sekolah swasta. Karena itu, FKUB Sulut dengan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah proaktif dan antisipatif untuk mencanangkan 15 institusi yayasan swasta bermerek agama untuk dinegerikan," ungkapnya kepada wartawan, Senin (11/2) kemarin.

 

Tahapan menegerikan sekolah swasta tersebut, menurut Rumopa sedang berproses. Harapannya, melalui upaya pendekatan dengan Kemenag dapat secepatnya terealisasi. "Mengapa Kemenag, karena Kemenag mengetahui persyaratan dan bagaimana mengatur sekolah-sekolah," ujarnya sambil menambahkan dengan menegerikan sekolah swasta maka guru ASN masih bisa mengajar.

 

Lebih jauh, Rumopa mengajak pemilik yayasan agar mencerna, apa persyaratan, klausul batasan dan kewenangannya untuk melihat sudah sejauh mana. Sehingga ketika nanti terjadi peralihan status, yayasan agama tidak mengalami kerugian.

 

Pastinya, sebut Rumopa, banyak manfaat yang didapatkan ketika sekolah swasta menjadi negeri. Antara lain akan ada anggaran, pembangunan dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bahkan tenaga pengajar bakal terakomodir. Sedangkan dari sisi manajemen pengelolaan, ada tanggung jawab pemerintah.

"Sinegeri ini bukan berarti bahwa sekolah swasta akan menjadi  milik negeri. Makanya yayasan agama harus lebih proaktif, karena jujur 80 persen guru yang ada di yayasan adalah ASN. Untuk itulah FKUB mengambil langkah antisipatif," imbuhnya. (sonny dinar)


Komentar