TAC: Rawan Pengaruhi Psikologis Nasabah dan Bisa Berefek Politik

Pengumuman Bank SulutGo Soal Penunggak Kredit Disorot


Manado, MS

Gerak Bank Sulut dan Gorontalo (SulutGo) terus menuai sorotan. Kebijakan mengumumkan nama-nama nasabah yang menunggak kredit dinilai sebagai suatu bentuk kepanikan. Langkah itu dinilai berpotensi memberikan efek psikologis terhadap masyarakat, utamanya nasabah maupun calon nasabah.

“Pengumuman dan pemanggilan terhadap debitur yang terduga kredit macet yang dilakukan Bank SulutGo bisa menimbulkan efek psikologis kepada para nasabah atau calon nasabah,” anggap Penasehat Lembaga Studi Sosial dan Politik Tumbelaka Academic Centre (TAC), Franky Y Mugama, lewat rilis yang diterima harian ini, Selasa 12/2) kemarin

“Apalagi telah tersiar lewat media-media.  Masyarakat akan enggan dan takut jadi nasabah di Bank SulutGo, jika diancam-ancam, apalagi sampai diumumkan dan dipanggil seperti itu,” sambung Franky.

Nasabah dinilai tak sepatutnya dijadikan tumbal dari polemik perpindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang dilakukan  oleh sejumlah pemerintah kabupaten kota di Sulut. Termasuk dari Pemkab Bolmong. “Harusnya dicarikan solusinya. Apalagi ada info, sudah pertemuan-pertemuan yang difasilitasi oleh dirjen perimbangan keuangan maupun OJK (Otoritas Jasa Keuangan, red) terkait hal itu,” ulas Franky.

“Ancam mengancam itu tidak pas dalam bisnis perbankan. Mestinya cari cara yang persuasif. Bisnis perbankan itu harusnya mengedepankan pelayanan prima guna menumbuhkan kepercayaan publik, sehingga mereka tergerak untuk menjadi nasabah,” tambahnya.

Tak hanya itu, pemanggilan terhadap debitur yang diduga kredit macet juga bisa berdampak hukum bagi bank berslogan Torang Pe Bank  tersebut. “Bank SulutGo harusnya berhati-hati. Jika pengumuman pemanggilan terhadap para debitur terduga kredit macet itu dilakukan tanpa melalui prosedur yang berlaku, itu juga rawan bermasalah hukum,” timpalnya.

Sementara dari kacamata politik, pengumuman dan pemanggilan massal yang dilakukan Bank SulutGo terhadap debitur yang terduga kredit macet dinilai dapat berdampak secara politik khususnya di Pemilu Gubernur (Pilgub) Sulut mendatang.

“Karena bisa saja warga yang nama-namanya diumumkan itu (Kredit macet, red), merasa dipermalukan. Mereka kan punya keluarga dan sanak saudara. Itu bisa saja memunculkan ‘dendam politik’ dan bisa berimbas pada sikap mereka di Pilgub Sulut nanti,” tanggap Direktur Eksekutif TAC, Taufik Tumbelaka.

Manajemen Bank SulutGo dinilai tidak peka terhadap efek politik yang dapat timbul dari keputusannya melakukan pengumuman dan pemanggilan massal terhadap debitur Bolmong yang terduga kredit macet. “Mungkin tanpa mereka (Manajemen Bank SulutGo, red) sadari itu bisa menimbulkan efek politik di kemudian hari,” ujar jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

“Ini untuk mengingatkan saja. Karena Pemkot Kotamobagu dan Pemkot Manado juga sudah memastikan akan memindahkan RKUD dari Bank SulutGo ke bank lain awal tahun ini. Kalau persoalan pengalihan RKUD tidak segera diselesaikan baik-baik, maka itu bisa juga memunculkan persoalan kredit macet lagi. Karena mayoritas ASN di kedua daerah itu, saya kira juga melakukan kredit di Bank Sulutgo,” tandas Bang Taufik, sapaan akrabnya.

Sebelumnya Bank SulutGo telah merilis kreditur ASN Bolmong yang terkait kredit macet. Jika sebelumnya ada 17 nama yang diumumkan, Senin (11/2),  manajemen Bank SulutGo lagi-lagi mengumumkan nama-nama 100 ASN Bolmong yang kreditnya bermasalah, ditulis lengkap bersama alamat.

Di pengumuman ke 100 ASN tersebit, diminta untuk segera kantor Bank SulutGo guna penyelesaian utang kredit paling lambat 7 hari setelah pengumuman ini diterbitkan. Jika debitur tak datang menyelesaikan kewajiban hutang, maka BSG akan mengambil langkah penyelesaian melalui proses hukum.

“Mulai Senin, telah diumumkan pemanggilan  pada 100 nama debitur yang merupakan ASN Pemkab Bolmong, untuk menyelesaikan hutang kredit,” ungkap Komisaris Bank SulutGo Sanny Parengkuan, bersama Direktur Pemasaran Mahmud Turuis.   

Sebelumnya pada Kamis (7/2) lalu, Bank SulutGo juga telah mengumumkan pemanggilan terhadap 17 debitur yang juga ASN Pemkab Bolmong. “100 debitur ini berbeda dengan 17 ASN Pemkab Bolmong yang lalu diumumkan,” jelas Mahmud Turuis. Adapun sesuai data yang dirilis Bank Sulut Go, ada  2900-an ASN Bolmong yang menjadi debitur dengan total kredit sebesar Rp480-an miliar.(arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors