BPK Ultimatum Manipulasi Fingerprints


Ratahan, MS

Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), turut menjadi perhatian penting pihak auditor. Ini dengan terkuaknya manipulasi absensi ASN melalui fingerprint pun waktu lalu. Walhasil, arahan penegakkan disiplin pada abdi negara oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi ultimatum bagi pemkab dalam realisasinya.

 

Ini dengan diwajibkannya para ASN untuk melakukan perekaman ulang absensi fingerprint oleh setiap perangkat kerja daerah di Mitra. Menurut Assisten III Sekretaris Kabupaten Bidang Administrasi Umum Drs Piether Owu ME, ASN wajib merekam ulang sidik jari untuk penataan kembali fingerprints. “Ini sudah menjadi instruksi pimpinan dalam hal ini Pak Bupati dan Pak Sekda (Sekretaris Daerah, red). Semua ASN wajib rekam ulang sidik jari untuk penataan kembali absensi fingerprints,” ungkap Owu, kemarin.

 

Dia mengatakan, perekaman ulang tersebut sudah mulai dilaksanakan satuan kerja daerah, sebagai bagian dari upaya penegakkan disiplin pegawai dalam rangka penguatan work performance ASN dalam perannya sebagai abdi negara, untuk memberikan pelayanan prima bagi kepentingan masyarakat selaku objek layanan utama. “Hal ini (perekaman ulang absensi fingerprints) juga dilakukan sebagai langkah kooperatif Pemkab Mitra untuk membenahi sistem penegakkan disiplin, sesuai arahan dari BPK,” tegasnya.

 

Dijelaskannya, pelaksanaan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi pihak pemkab agar pada audit BPK berikutnya, tidak ditemui lagi adanya modus manipulasi absensi berbasis elektronik itu. “Kami akan rutin melakukan investigasi dan pengecekan terhadap keberadaan absensi finger print secara berkala, untuk memastikan keabsahannnya. Karena yang utama yakni ASN merupakan pelayan masyarakat harusnya memiliki semangat untuk melayani bukan sebaliknya, mencurangi,” tukas Owu.

 

Sementara, punishment pihak pemkab terkait manipulasi tersebut dinyatakan akan diberlakukan dengan tegas. “Jika kedapatan, kita akan menindak keras ASN yang menjadi manipulator absensi fingerprints,” pungkas Sekda Drs Robby Ngongoloy ME MSi. (recky korompis)


Komentar