Amalia: LMI Bukan Ormas Milik Suku Tertentu


Eksistensi Laskar Manguni Indonesia (LMI) makin meluas. Pengurus-pengurus daerah dibentuk hingga ke Negeri Totabuan. Ini terjadi karena LMI disebut sebagai organisasi adat nusantara dan bukan milik suatu agama atau suku tertentu.

 

Pandangan itu ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Amalia Ramadhan S Landjar. Pernyataan tersebut disampaikannya usai dilantik sebagai Tonaas DPD LMI Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sabtu (17/2).

 

"Organisasi ini adalah milik kita semua. Hari ini dibuktikan dengan dilantiknya Saya yang berdarah Mongondow-Gorontalo," ujar Ama sapaan akrab putri kesayangan Bupati Boltim Sehan Landjar ini.

 

Kata dia, dilantiknya pengurus DPD LMI Boltim telah meluruskan paradigma keliru masyarakat yang menganggap bahwa LMI adalah organisasi dengan mengedepankan suku tertentu.

 

"LMI milik seluruh adat yang ada di nusantara termasuk suku Mongondow. Adat dan budaya Mongondow kita akan pertahankan," sebutnya.

 

Sementara, Tonaas Wangko (Ketua Umum) DPP LMI Hanni Pantouw mengungkapkan, selama ini banyak orang salah paham tentang LMI yang diidentikan dengan agama dan suku tertentu.

 

"Saya katakan tidak seperti itu, karena sudah disepakati sejak awal berdirinya LMI bahwa LMI adalah ormas adat nasional," tegasnya.

 

Dirinya pun memastikan, bahwa ormas adat terbesar di Indonesia itu akan selalu berada digarda depan. Itu dalam rangka mempertahankan keutuhan Indonesia.

 

"Kita komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandasnya. (pasra mamonto)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Sponsors