10 Perkara Korupsi ‘Antri’ untuk Disidangkan

Puluhan Koruptor Dijeblos Hakim ke Penjara

 

Manado, MS

Komitmen Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado untuk menuntaskan perkara korupsi, dibuktikan. Dari 30 perkara yang masuk sejak Januari 2017, sudah 20 perkara yang divonis. Kini, tinggal 10 perkara korupsi yang akan disidangkan.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Manado, Edward TH Simarmata, ketika dihubungi melalui Juru Bicara (Jubir) Hakimnya, Vincentius Banar, membenarkan kalau masih ada beberapa perkara korupsi di 2017 yang akan dituntaskan tahun ini. “Hari ini ada satu perkara korupsi lagi yang putus, sehingga jumlah keseluruhan perkara tindak pidana korupsi yang telah dituntaskan, terhitung ada 20 perkara,” terang Banar.

Dijelaskannya, kalau Januari 2018 ini, bakal ada 5 perkara yang segera diputus. Sementara 5 perkara lainnya, masih dalam proses pemeriksaan saksi.

Menurut informasi, lima perkara korupsi yang siap putus bulan ini, yakni perkara korupsi di SMKN I Talaud yang menyeret terdakwa OJA alias Ony, perkara pungutan liar (pungli) di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Minahasa yang menjerat terdakwa YJM alias Yooneke, perkara korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (Dandes) 2015 Bolmut yang menjerat terdakwa HJW alias Herold, perkara korupsi di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) 2010 yang menjerat terdakwa AB alias Ahmad, serta berkas perkara korupsi terdakwa ROR alias Rori.
Sementara itu, lima perkara korupsi yang masih dalam proses pemeriksaan saksi, di antaranya perkara korupsi Revitalisasi Pembangunan Pasar Karombasan 2014 dengan terdakwa JN alias Jenny, perkara korupsi di Dinkes Talaud dengan terdakwa SL alias Selma, perkara korupsi Pungli DAK Minahasa dengan terdakwa SM alias Serly, perkara korupsi DAK SLBM Minut 2015 dengan terdakwa AS alias Berce dan JMW alias Jane, serta perkara korupsi PJU Solar Cell Manado 2014 dengan terdakwa FDS alias Salindeho. (rhendi umar)

 


Komentar