Kepala Disdikda Sulut Asiano G Kawatu didampingi Kabid Pembinaan SMA Arthur Tumipa pada acara Rakornis.

136 Kepsek SMA Bahas Penggunaan DAK Fisik

Disdikda Buka Rakornis

 

Manado, MS

Ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) di Sulawesi Utara (Sulut) ikut dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Tahun 2017. Pertemuan itu disebut bertujuan untuk memberikan gambaran penggunaan DAK nanti.

Kepada Media Sulut, Kepala Disdikda Sulut Asiano G Kawatu yang didampingi di sela-sela pembukaan Rakornis menerangkan, kegiatan ini merujuk Peraturan Presiden (Prepres) nomor 126 tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan DAK 2017 dan menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 9 tahun 2017 tentang Petunjuk Operasional Pelaksana DAK Fisik Pendidikan, sebagai dasar pelaksanaan Rakornis.

"Sesuai dengan ketentuan dalam rangka alokasi dana DAK, diawali kepada para Kepala Sekolah untuk mengikuti  Rakornis, tentang apa yang harus kita lakukan dalam penggunaan DAK nanti. Karena itu kita libatkan stakeholder-stakeholder terkait,” kata Kawatu, saat Rakornis DAK Fisik Bidang Pendidikan SMA Tahun 2017, yang dibuka Gubernur Sulut diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, John Palandung, di Hotel Gran Puri Manado, Senin (31/7).  

Kegiatan bimbingan teknis tersebut diikuti 136 Kepsek (Kepsek) SMA di Sulut selama 3 hari ke depan. Mereka yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat melakukannya dengan baik.

Diketahui, DAK Fisik bidang pendidikan digunakan untuk mendanai kegiatan pendidikan menengah yang merupakan wajib daerah sesuai prioritas nasional sebagai upaya pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan untuk mencapai standar nasional pendidikan. Sasaran DAK Fisik bidang pendidikan diberikan kepada satuan pendidikan SMA baik negeri maupun swasta.

"Rakornis ini para Kepsek, selaku panitia dibekali dan akan didampingi oleh fasilitator terkait perencanaan. Fasilitator adalah Sarjana Teknik. Sehingga selama pertemuan ini ada bekal yang cukup mereka P2S (Panitia Pembangunan Sekolah) laksanakan," kunci Kawatu. (sonny dinar)

Banner Media Sulut

Komentar