2 Warga Manado Diamankan Polsek Kota Utara Gorontalo

Diduga Korban Perdagangan Manusia

 

Manado, MS

Senin (20/3), sekira pukul 20.00 Wita telah diamankan dua orang perempuan di Mako Polsek Kota Utara Kota Gorontalo. Adalah SB alias Sir (14) warga Kecamatan Mapanget Kelurahan Tuminting Kota Manado dan MJ alias Mer (18) warga Paniki Kota Manado.

Kedua perempuan ini diduga menjadi korban perdagangan manusia yang kemudian berhasil melarikan diri. Informasi yang diperoleh, pada Kamis (16/3) SB dam MJ sedang duduk di halte sekitar Polresta Manado. Kemudian, datang oknum C alias Chintia. Keduanya langsung ditawarkan pekerjaan di rumah makan yang tidak jauh dari Kota Manado. Dengan iming-iming upah penghasilan dan latar belakang desakan ekonomi, kedua korban menyetujuinya. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, mereka pun akhirnya berangkat. Namun sesampainya di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo, ternyata pekerjaan yang ditawarkan oleh oknum Chintia tersebut adalah menjadi wanita penghibur (ladies) bahkan nyaris menjadi wanita pemuas nafsu disebuah kafe "remang-remang" di daerah pantai Pohon Cinta Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato.

Karena tidak tahan pada pekerjaannya, korban akhirnya melarikan diri dari tempat tersebut menggunakan angkutan umum yang akhirnya sampai ke terminal 42 Andalas Kota Gorontalo dan bermaksud ingin kembali ke Kota Manado. Namun, dikarenakan tidak memiliki uang, ditahan dan diamankan oleh masyarakat sekitar terminal 42 Andalas. Selanjutnya, oleh masyarakat diserahkan ke petugas di Polsek Kota Utara.

Untuk diketahui, identitas kedua korban tersebut belu diketahui pasti. Sebab, kedua korban tidak membawa tanda pengenal. Korban juga tidak mengetahui dan memiliki nomor telepon sanak saudaranya di Manado yang mana membuat pihak Polsek mengalami kesulitan untuk melakukan kordinasi.(tim ms)

Banner Media Sulut

Komentar