Andrei-Wenny Kans Duel


Manado, MS

Pertarungan duo pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) kans tersaji. Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 jadi arena tarung. Terendus kabar, Andrei Angouw dan Wenny Lumentut disiapkan menjadi ketua tim pemenangan untuk dua kutub berbeda di Nyiur Melambai. Kubu Joko Widodo (Jokowi) versus Prabowo Subianto.

Teranyar, Andrei Angouw akan menjadi tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sulut. Sebaliknya, Wenny Lumentut untuk massa di pihak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.  Sinyal untuk Andrei menjadi ketua tim diberikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Olly Dondokambey. Angouw yang adalah Ketua DPRD Sulut, dinilainya layak untuk jadi Ketua Tim Pemengan Pilpres 2019 nanti. “Ketua tim pemenangan Jokowi di Sulut untuk pilpres kalau kita usulkan adalah Andrei angouw. Karena gubernur dan wagub (Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, red) tidak bisa,” tukas Olly, baru-baru ini. 

Target yang akan diberikan untuk pemenangan di Sulut, sama dengan ketika Pilkada Minahasa. "Dulunya saja Jokowi menang. Angkanya ditargetkan 70 persen. Sama persis kemangan Pilkada Minahasa," ujar dia seraya menambahkan,  soal kritikan terhadap Jokowi dinilainya itu hal biasa.

 "Di mana-mana kritik kan banyak. Itu biasa," bebernya.

Sementara itu, di kubu Prabowo, Sekretaris Partai Gerindra Sulut Melky Suawah menegaskan, kemungkinan besar Ketua DPD Gerindra Sulut, Wenny Lumentut yang menjadi ketua tim sukses. Deklarasi ganti presiden di Sulut tidak termonitor. Meski begitu menurutnya, ada beberapa daerah yang sudah melakukan.  "Itu (ganti presiden, red) di luar sepengetahuan. Karena sepengetahuan saya, kegiatan itu murni inisiatif masyarakat atau relawan," bebernya, baru-baru ini. 

Dia pun menjelaskan, kalau Gerindra sudah menginginkan membuat kampanye untuk Prabowo-Sandi. Hal itu karena telah didaulat sebagai calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) penantang petahana Jokowi-Ma’ruf. "Kalau ada kegiatan semacam itu (2019 Ganti Presiden, red) yang juga tidak melanggar hukum, ya tentu tidak bisa seenaknya dibubarkan. Karena dijamin konstitusi kita, kebebasan berpendapat dan berekspresi masyarakat, mustinya dilindungi dan diberikan ruang," pungkasnya seraya menambahkan, jangan rezim ini seakan-akan jadi anti demokrasi.

"Para penegak hukum pun harusnya berdiri di atas hukum bukan di atas kekuasaan. Tugasnya melindungi rakyat bukan melindungi penguasa," ketusnya.

Ketika dikonfirmasi terkait hal ini, Andrei Angouw enggan berkomentar karena tim sukses masih belum terbentuk. Hanya saja dirinya siap apabila ditugaskan  partai. “Ketika dipercayakan tentu siap,” ucap Angouw ketika dihubungi.(arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors