286 KK Jiko Belanga ‘Terisolir’


Boltim, MS

Potret buram desa kembali menganga. Di tengah gemerlap hebat pembangunan Nyiur Melambai, masih terdapat sejumlah wilayah yang dikurung sederet persoalan. Seperti yang mendera sekira 286 Kepala Keluarga (KK) di Desa Jiko Belanga, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Hingga saat ini, Desa Jiko Belanga dinilai masih terisolir sejumlah fasilitas publik. Contohnya, listrik dan jaringan seluler.  Pelak saja, ratusan warga desa ini berharap kepada pemerintah untuk dapat menjembatani harapan mereka untuk mendapatkan listrik dan jaringan telepon seluler. 

"Kepada managemen PLN (Perusahan Listrik Negara) Sulutenggo untuk kiranya dapat segera melakukan pemasangan jaringan listerik ke Desa Jiko Belanga," harap Sangadi Jiko Belanga, R Manuhu, Senin (6/3) kemarin.

Dikatakan dia, harapan itu sesungguhnya sangatlah beralasan, karena ruas jalan yang menghubungkan Desa Matabulu-Jiko Belanga sudah dibangun melalui program pengaspalan oleh Pemkab Boltim dibawa komando Bupati Sehan Landjar. "Jika memang harapan demi harapan ini tidak ditindak lanjuti oleh managemen PLN, maka selaku Pemerintah Desa tentunya kami akan mengambil sikap untuk segera membangun kincir listrik mikro hidro dengan memanfaatkan sungai yang ada," ujarnya lagi.

Menurut Manuhu, jika nantinya Desa Jiko Belanga sudah mempunyai kincir listrik mikro hidro dengan memberdayakan sumber daya alam yang ada, warga akan menolak jika PLN akan melakukan pemasangan jaringan listrik. "Sudah tentu akan menolak jika pihak PLN akan melakukan pemasangan jaringan listrik ke Desa Jiko Belanga," tegas Manuhu.

Selain itu, Manuhu meminta pihak Telkom untuk dapat memasang jaringan tower Telkomsel, karena sampai saat ini khusus Desa Jiko Belanga dan Matabulu belum terjangkau oleh signal, sehingga hal itu sangat berdampak dalam proses komunikasi.”Kasihan masyarakat di sini,” kuncinya.(pusran beeg)

 

Komentar

Populer hari ini

Sponsors

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado