Jimmy Eman, Vicky Lumentut, Jantje Sajow, Stefanus Liow, Maurits Mantiri, Joppi Lengkong, Hengky Kawalo, Roy Roring, Harley Mangindaan, Hanny Joost Pajouw.

3 Kepala Daerah Kans Bertarung, P/KB GMIM SENGIT

Manado, MS

Tubuh Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) riuh. Pesta iman pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) jadi pemantik. Sederet tokoh ternama Bumi Nyiur Melambai didorong untuk menduduki kursi pimpinan gereja terbesar di Sulawesi Utara ini. Paling hangat tersaji di Komisi Pria Kaum Bapa (P/KB). Pemandangan bak suksesi pentas politik pun tak terelakkan.

Proses pengusulan nominasi calon BPMS, Ketua Kategorial Bapa Ibu Pemuda Remaja Anak (BIPRA), Majelis Pertimbangan Sinode (MPS) dan Badan Pengawas Perbendaharaan Sinode (BPPS) GMIM kini tengah berproses. Sejumlah tokoh, termasuk para elit politik, terekam masuk dalam daftar ‘jagoan’ yang disodorkan ratusan jemaat di wilayah pelayanan GMIM.

Di Kategorial Bapak, para petarung yang biasa naik pentas duel politik dipastikan akan saling berhadapan untuk merebut simpati jemaat hingga hari pemilihan nanti. Dari informasi yang dihimpun Media Sulut, 3 kepala daerah berpeluang untuk saling berhadap-hadapan.

Mereka adalah, Penatua (Pnt) Jimmy F Eman (Walikota Tomohon) Jemaat GMIM Maranatha Paslaten Wilayah Tomohon I, Pnt Vicky Lumentut (Walikota Manado) Jemaat GMIM Elim Wilayah Malalayang I, dan Pnt Jantje Wowiling Sajow (Bupati Minahasa) Jemaat GMIM Bukit Moria Sasaran Wilayah Tondano Dua.

“Informasi yang kita peroleh dari para Penatua P/KB jemaat, ada banyak tokoh politik yang dinominasikan. Termasuk Pnt Jimmy Eman, Pnt Vicky Lumentut dan Pnt Jantje Sajouw. Mereka pasti akan bersaing nanti,” ungkap Ketua P/KB GMIM Markus Kinilow Wilayah Kakaskasen, Pnt Jedry Pangalila.

 

ADA PERTARUNGAN ULANG

Selain Pnt JFE, JWS dan GSVL, nama-nama Ketua P/KB lain yang dinominasikan juga tak kalah mentereng. Sebut saja, Pnt Maurits Mantiri (Wakil Walikota Bitung), Pnt. Joppi Lengkong (Wakil Bupati Minut), Pnt Hengky Kawalo (Legislator Manado), Pnt Roy Roring (Pejabat Sulut, Calon Bupati Minahasa), Pnt Harley Mangindaan (eks Wakil Walikota Manado) dan Hanny Joost Pajouw (eks Legislator Sulut).

Dua nama terakhir diketahui sempat bertarung dalam pemilihan Walikota Manado. Rivalitas yang sama bukan tak mungkin kembali tersaji dalam pemilihan Ketua Komisi P/KB GMIM.

“Di Manado saja tim Pak HJP dan Pak Ai (Harley Mangindaan) intens membangun kekuatan. Mereka terus berupaya agar calon mereka bisa jadi. Banyak tim mereka merupakan tim pemenangan waktu pilwako Manado lalu. Tim Pak GSVL dan Pak Hengky Kawalo juga ada. Komunikasi mereka intens dan sistematis,” tutur salah satu Ketua P/KB di wilayah Manado Tenggara yang enggan namanya ditulis.

Banyaknya politisi yang dinominasikan dalam pemilihan Komisi P/KB GMIM menjadi gambaran jika tensi suksesi P/KB akan berjalan paling ‘panas’ di banding kategorial lain.

Sumber menyebutkan, di tengah para petarung itu, nama Stefanus BAN Liow, Ketua Komisi P/KB GMIM periode 2014-2018 yang juga anggota DPD RI, tetap akan menjadi pesaing berat bagi kandidat lain.

“Banyak tokoh hebat yang akan maju. Semuanya berpeluang menang karena pendukung mereka banyak. Tapi Pnt Stefanus Liow juga masih kuat. Beliau tetap akan menjadi salah satu petarung tangguh yang harus dihadapi nominator lain,” katanya.

 

BANYAK JEMAAT BELUM MEMASUKKAN FORMULIR NOMINATOR

Pemasukan formulir nominasi calon BPMS, MPS, BPPS dan BIPRA akan segera berakhir Kamis hari ini. Namun dari data yang diperoleh Media Sulut, Rabu (31/1) kemarin, jumlah formulir nominator yang masuk masih sangat sedikit.

Data Panita Pemilihan mencatat, hingga pukul 16:00 Wita atau jam 4 sore, baru 68 dari 960 jemaat GMIM yang telah memasukkan berkas calon nominasi.

Menurut Sekretaris Panitia Pemilihan, Pdt Teddy Canny Liu, fakta ini di luar ekspektasi. Pasalnya, di hari kedua (Rabu kemarin, red)  pemasukan formulir tersebut, belum mencapai 100 jemaat. Akan tetapi dirinya optimis jika pemasukan daftar nominasi calon BPMS, MPS, BPPS dan Ketua BIPRA Sinode sampai hari terakhir pasti akan membludak.

“Yah, memang sampai dengan saat ini (kemarin, red), yang memasukkan formulir berkas baru sedikit. Tetapi sangat optimis bila Kamis besok (hari ini,red) pasti semua jemaat di aras sinode GMIM akan memasukannya. Kita panitia akan menunggu hingga pukul 24:00 Wita atau jam 12 malam,” jelasnya kepada Media Sulut, Rabu (31/1) kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk tahapan berikut ada proses verifikasi setiap data yang masuk.

“Secara keseluruhannya untuk syarat-syarat atau kriteria nominasi kita merujuk dari aturan yang ada, yakni berdasarkan tata gereja BAP 5 pasal 19,” tegas Liu yang adalah Ketua BPMJ GMIM Jordan Ranotana Weru itu.

Jika tidak ada aral yang melintang, berdasarkan hasil verifikasi nominasi calon, maka pengumuman calon BPS GMIM akan dilaksanakan pada 12 -15 Februari. Namun menurut Liu, bisa jadi ada pergeseran kalau tidak memenuhi kuota pengisian jabatan yang sudah disiapkan.

“Yah, kalau ternyata tidak sesuai dengan kuota, misalnya untuk BPMS 10 orang dan baru terisi 5 orang maka akan diperpanjang lagi waktu untuk penjaringan sampai semua kuota kursi tercapai,” aku mantan Ketua Wilayah Serei itu.      

Selasa (30/1) sebelumnya, terkait kriteria, Liu sempat menjelaskan sudah tertuang dalam petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang merujuk pada Tata Gereja. “Misalnya telah memiliki pengalaman sebagai Pelayan Khusus GMIM sekurang-kurangnya 12 tahun bagi Pendeta. Kemudian dinominasikan oleh sekitar 50 jemaat. Ada juga syarat lainnya yang sudah diatur dalam Juklak. Intinya panitia tetap berpegang pada aturan,” urai Liuw.

Ditegaskan, untuk nominasi BPMS, sesuai dengan kuota. Liu menyebutkan, maksimal 7 Pendeta, 2 Syamas dan 1 Penatua. “Sebab ada jabatan bisa dari Pelsus. Contohnya, bidang PSD (Pengembangan Sumber Daya) dan bidang data dan informasi. Untuk Syamas wajib bendahara. Sementara Penatua khusus pada jabatan HAM dan aset,” terangnya.

Sementara untuk Komisi BIPRA, harus berada pada posisi Ketua BIPRA wilayah. “Di sini, ketua BIPRA di wilayah telah menjadi bakal calon. Namun, syaratnya tetap diusulkan oleh 50 jemaat,” kunci Liuw.

 

ADA ALASAN ELIT BEREBUT

Pertarungan para elit politik tak bisa dihindari dalam segala bentuk suksesi di tubuh GMIM. Apalagi, banyak tokoh politik yang merupakan warga gereja ini.

“GMIM memiliki banyak manusia berkualitas. Tokoh masyarakat, politisi. Banya dari mereka pimpinan partai politik. Makanya tak bisa dihindari jika ada politisi yang jadi pelayan khusus. Mereka didorong jadi pimpinan di tingkat sinode karena dianggap kader terbaik di jemaat, memiliki pengalaman dan kemampuan karena itu pantas jadi Ketua BIPRA misalnya,” kata Ruddi Pioh, pengamat politik yang juga warga GMIM. 

Di sisi lain, tak bisa dipungkiri jika kursi pimpinan kategorial tersebut memiliki daya pikat khusus bagi para elit politik.

“Kenapa para politisi berebut kursi Ketua Komisi P/KB misalnya, itu bukan tanpa dasar. Jabatan itu kadang masih dilihat sebagai prestise. Seperti kurang lengkap jabatan politik tanpa jabatan keagamaan. Itu sebuah legitimasi bahwa sosok tersebut juga layak menjadi pelayan masyarakat,” nilai Pioh.

“Tapi fakta yang tidak bisa dipungkiri jika ada politisi yang melihat gereja itu bukan soal spiritual, moral tapi massa atau lumbung suara. Jadi, menjadi pemimpin di lembaga agama merupakan posisi penting untuk meraup suara yang banyak dalam setiap agenda politik. Tak heran kalau suksesi nanti akan diwarnai politik uang seperti di pemilihan kepala daerah,” tandasnya.

Walau begitu, Pioh berharap jika pemimpin GMIM yang akan dihasilkan dalam periode pelayanan ke depan benar-benar merupakan teladan yang baik bagi jemaat dan mampu menunjukkan kesungguhan hati dalam melayani Tuhan di gereja-Nya.

“Sebagai warga GMIM, saya tentu berharap pemilihan BPMS, BIPRA kali ini akan berjalan baik sesuai kehendak Tuhan sehingga pemimpin yang dihasilkan benar-benar sosok yang sungguh mau melayani Tuhan. Bukan justru menjadikan gereja sebagi sarana meraup massa untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok tertentu,” kuncinya.

 

BERHARAP PEMIMPIN YANG MELAYANI

Kerinduan besar mengalir dari warga jemaat GMIM. Ada harapan, pemimpin yang akan mengisi kursi BPMS adalah manusia cerdas, memiliki kualitas, terutama mampu menunjukkan teladan Yesus Kristus Sang Kepala Gereja.

Asa itu diharapkan dapat terwujud mulai dari proses penjaringan, verifikasi personil, sampai pada pelantikan pimpinan sinode GMIM nanti.

“Yang terpilih adalah pujaan jemaat. Meskipun diduga ini sudah terkontaminasi politik uang. Namun demikian, siapa-siapa saja yang terpilih, baik BPMS, termasuk BIPRA, hendaklah menjadi bijak. Sebab mereka adalah orang-orang semi dikultuskan oleh jemaat awam," ujar tokoh masyarakat di Minahasa Tenggara, Noldy Dotulong.

Dotulong yang juga Ketua Lembaga Adat Tonsawang, La'ut Toundanouw menekankan agar pemimpin aras sinode yang terpilih nanti, semestinya lebih mengutamakan jemaat. Bukan menunjukkan kekuasaan dengan kepemimpinan yang otoriter. Apalagi alasannya, banyak persoalan di aras sinode yang belum terselesaikan.

"Kiranya perjalanan pelayanan di periode berikut, selalu ada paradigma merujuk pada hukum kasih dengan metode sangkal diri," tambah Dotulong yang sudah aktif dalam pelayanan gereja sejak 1990 hingga sekarang ini.

Sementara tokoh agama, Pdt Junisar Watoelangkow mengharapkan, dengan bergulirnya pemilihan aras sinode tersebut, gereja bisa menjadi lebih baik. Kata tokoh agama di Kapitu Wilayah Amurang ini, siapa yang terpilih, berarti merekalah yang dianggap terbaik.

"Harapan kami tidak muluk-muluk. Yang terpenting, torang pe gereja menjadi baik. Lebe bagus dan menjadi gereja masa depan," singkat Watoelangkow yang sebelumnya melayani sebagai Ketua BPMJ di GMIM Maranatha Kakaskasen. (tr-1/rommykaunang)


Komentar