33.149 Siswa SMA/SMK Sulut Hadapi UN

Tahun 2017 mulai masuki pertengahan. Ujian Nasional (UN) telah di depan mata. Sesuai data, sebanyak 33.149 siswa Sekolah Menangah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) sederajat di Sulawesi Utara (Sulut) sudah terdaftar sebagai peserta ujian.  

Dari 33.149 siswa peserta UN tahun 2017, sebanyak 19.138 siswa berasal dari jenjang SMA sederajat dan 14.011 siswa lainnya berasal dari SMK.  "Dari verifikasi yang kami lakukan, ada 33.149 siswa SMA/SMK sederajat yang jadi peserta UN," papar, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Asiano Gamy Kawatu.

 

Meskipun UN sudah bukan lagi penentu kelulusan siswa di sekolah tetapi diharapkan para siswa tetap fokus dalam mengikuti UN. "Kami harapkan seluruh sekolah dapat mempersiapkan siswanya dengan baik untuk mengikuti UN," kata Kawatu, Rabu (1/3).

 

Ada beberapa jenis ujian yang akan dilaksanakan di tahun 2017 ini yaitu pra-UN, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) serta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). "Hari ini (kemarin, red) tepatnya tanggal 1 hingga 3 Maret akan dilaksanakan pra-UN.  Distribusi naskah ujian juga sudah mulai disalurkan ke seluruh kabupaten/kota se-Sulut," ujar Kawatu.

 

Selain pra-UN, Dikda Sulut juga telah melakukan persiapan bagi pelaksanaan UNBK. Dimana, pekan lalu sudah dibuat kegiatan simulasi UNBK di sekolah-sekolah penyelenggara. "Saat ini ada 185 sekolah pelaksana UNBK di Sulut. Kami harapkan dalam beberapa pekan ke depan, pihak sekolah dapat memperbaiki segala kekurangan selama simulasi UNBK agar lebih siap jelang pelaksanaannya nanti," tegas dia.

 

Sebelumnya, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey telah menyatakan, terkait pelantikan Kepsek SMA dan SMK , ditunda sampai UN selesai. Merespon akan hal itu, Kawatu menegaskan, Dikda sudah melakukan kajian. Hasilnya, rolling akan dilaksanakan selesai UN.

 

"Ini sudah dipertimbangkan. Ada baiknya memang pelantikan kepsek SMA dan SMK dilaksanakan setelah UN supaya tidak mengganggu," terangnya seraya menghimbau agar semua Kepsek fokus untuk pelaksanaan UN pada April mendatang.

 

Menurutnya, rolling kepsek SMA/SMK sudah menjadi wewenang penuh Pemprov Sulut sehingga tidak akan ditemukan yang namanya lobi jabatan. “Dalam rolling ini gubernur menjamin tidak ada permainan (lobi, red) sana-sini,” kuncinya. (sonny dinar)

 


Komentar

Populer hari ini

Sponsors

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado