4 Pernyataan Tegas, Metanarasi Kecam Penyerangan Gereja di Sleman

Manado, MS
 
Ini empat sikap pernyataan Perkumpulan Metanarasi menyatakan sikap sebagai berikut : 
 
1. Mengutuk keras tindakan penyerangan Gereja Santa Ludwina Bedog, Sleman, Jogjakarta, dan kasus-kasus Intoleransi lainnya diberbagai daerah di Indonesia.
 
2. Mendesak Kapolri menetapkan tindakan keras dan tegas terhadap pelaku kekerasan dan menangkap seluruh aktor intelektual dibalik berbagai tindakan intoleran yang terus terjadi diberbagai daerah.
 
3. Mendesak Negara untuk hadir dan bertanggung jawab menjaga Persatuan Nasional diseluruh Indonesia.
 
4. Mengajak seluruh masyarakat dan kelompok lintas agama untuk terus-menerus memperkuat solidaritas, gotong-royong, dan Persatuan Nasional menghadapi segala tantangan sebagai bangsa yang beradab.
 
Lembaga perkumpulan seni dan budaya Metanarasi Sulawesi Utara (Sulut) mengecam keras terhadap peristiwa yang dialami Biksu Mulyanto Nurhalim di Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang beberapa hari lalu dan tragedi penyerangan gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, Jogjakarta, Minggu (11/2) pagi. Kelompok yang terdiri dari gabungan aktivis di tanah Toar Lumimuut itu menilai Indonesia mengalami darurat toleransi serta menyadari spiral kekerasan fisik, psikologis, simbolik, masih terus berlanjut di Negeri yang dicintai ini.
Kordinator Metanarasi Rizki Fais Kinontoa mengatakan, negara harus hadir dan bertanggung jawab menjaga persatuan nasional di seluruh Indonesia. Kata dia, menjadi ironis, karena baru saja Kementerian Agama bersama para pemuka agama mengeluarkan enam poin rumusan etik kerukunan antar umat beragama. Ini berarti ada ketimpangan antara sikap para elit dan situasi riil yang dihadapi warga bangsa diberbagai daerah. 
"Dititik ini, kami menyimpulkan situasi kebangsaan kita tengah berada dalam status darurat toleransi. Sejarah panjang sikap dan fakta intoleransi sudah dimulai sejak awal reformasi, maka diperlukan tindakan luar biasa dan berkelanjutan oleh negara untuk memutus rantai kekerasan dan diskriminasi dalam bentuk apapun," tegasnya.
Lanjutnya, negara tidak boleh kalah dengan kelompok manapun. Pemerintah dan aparat kepolisian harus bekerja secara konsisten dan tegas serta tidak ragu-ragu dalam menghadapi semua situasi. "Respon cepat dan menyeluruh harus dilakukan agar tidak terjadi situasi mengambang yang lama dan menciptakan disharmoni meluas di masyarakat," terangnya.(risky)

Komentar