Foto bersama usai Misa Ekaristi. Tampak Wakil Walikota (Wawali) Tomohon Syerly Adelyn Sompotan bersama Kadis Dikbud, Dolvin J Karwur.

5 Ribu Pelajar Sokong Pertemuan Berkala


PERTEMUAN Berkala SMA/SMK Katolik se-Keuskupan Manado tahun 2017, spektakuler. Menghadirkan sekira 5 ribu pelajar di SMA Katolik Karitas Tomohon, iven bertajuk persaudaraan ini berhasil mencuri perhatian publik Sulawesi Utara (Sulut).

Capaian tersebut mengundang decak kagum dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah dan kalangan dunia pendidikan. Selain sarat makna religius, kegiatan ini dianggap sebagai momentum strategis dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di daerah.

"Dilihat dari berbagai kegiatan yang dihelat, pertemuan berkala ini tergolong sukses. Seluruh lomba bergulir sesuai harapan. Perayaan Ekaristi yang merupakan puncak kegiatan, juga berlangsung dengan baik tanpa kekurangan," tutur Ketua Panitia Bonifasius Pantouw SSos, usai pelaksanaan devile yang diikuti ribuan siswa, Sabtu (14/10).

Di luar dugaan. Sebab, awalnya jumlah peserta diprediksi hanya mencapai 4 ribu  pelajar. Namun, sesuai data registrasi, ada 5 ribu lebih pelajar turut serta. Bagi dia, itu merupakan kejayaan yang luar biasa. "Untuk itu, kami sangat mengapresiasi perhatian besar yang diperankan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Tomohon. Termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan dan Polres Tomohon," tandas Guru Antropologi itu.

Ditambahkannya, iven akbar ini bukan ajang memperlihatkan kehebatan sekolah-sekolah. Akan tetapi, untuk memupuk persaudaraan sesama siswa dan guru se-Keuskupan Manado. "Itu yang paling penting. Kegiatan ini pasti memberi efek positif bagi pengembangan karakter ribuan siswa," sebut Pantouw, meyakinkan.

Sementara itu, Kepala SMA Katolik Karitas Tomohon, Jane JA Lumentah SPd MPd menuturkan, kesuksesan yang diraih ini tentu melalui kerja keras, kerja smart dan kerja tuntas dari panitia, siswa serta orangtua. Diakuinya, dalam pengumpulan dana kegiatan, pihaknya tak menemui kendala apa pun. Pertemuan Berkala yang dipusatkan di sekolah besutan Lumentah ini sangat luar biasa. Berbeda dengan yang sebelumnya.

Selain faktor matangnya persiapan, pelaksanaan perjumpaan ribuan siswa ini juga dibentengi kerja sama dari orangtua, alumni, donator, YPK Manado, Pemprov Sulut dan Pemkot Tomohon. "Pertemuan Berkala ini diikuti para siswa dari berbagai latar belakang kebudayaan, suku, bahkan agama. Perbedaan itu sirna dibalut kebersamaan. Kiranya ini terus dipertahankan sambil menyongsong masa depan anak-anak yang cerah," tandas Lumentah.

Diketahui, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, yakni 13-14 Oktober 2017. Misa Ekaristi Pertemuan Berkala dipimpin Sekjen Keuskupan Manado, Pst Jhon Mntolalu Pr. Dihadiri Kepala Kesbangpol Steven Liow yang mewakili Gubernur Sulut, Wakil Wali Kota Tomohon, Syerly A Sompotan, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dr Juliana D Karwur MKes MSi serta para Kepala SMA/SMK Katolik se-Keuskupan Manado.(victor rempas/tr-01)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado