BNNK Manado Bongkar Sindikat Narkoba Dari Dalam Lapas


Manado, MS

Semangat Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Manado dalam memerangi Narkoba patut diapresiasi. Sejumlah upaya terus digencarkan guna membongkar sindikat barang haram ini. Itu terlihat dari beberapa pengungkapan kasus yang dilakukan Badan anti narkotika besutan AKBP Eliasar Sopacoly ini.

Teranyar, BNNK Manado berhasil menangkap dua orang yang diduga kuat menjadi bagian dari jaringan peredaran sabu-sabu di Kota Manado.
"Dua orang tersebut berinisial GG (39) warga Karombasan dan CP (29) warga Wenang," ujar Kepala BNNK Manado AKBP Eliasar Sopacoly, pada jumpa pers di Kantor BNNK Manado di Bumi Beringin, Jumat (27/7).

Dijelaskan Sopacoly, aksi penangkapan ini berawal dari informasi agen. Mendengar ada informasi tim BNNK Manado bersama BNNP Sulut langsung melakukan pengembangan dan menemukan ternyata ada jaringan pengedar yang dilakukan oleh lelaki berinisial GG.
Hasil pengembangan ternyata benar GG ini bersedia menyiapkan narkotika jenis sabu satu paket dengan harga Rp 1,2 juta.
GG kemudian menghubungi lelaki berinisial CP dan bertemu di Jalan Sam Ratulangi Manado.

Selanjutnya informasi diperoleh tim bahwa GG akan menemui CP lagi dan menebus uang Rp 1,2 juta untuk membeli sabu. Uang tersebut kemudian ditransfer oleh CP ke Mr X.

"Setelah itu GG dan informan kita saling berkomunikasi dan akan bertemu di Jalan Diponegoro Mahakeret Barat. Saat itu 26 Juni 2018 Pukul 22.30 Wita GG dibonceng temannya keluar dari satu lorong. Dia kemudian menghampiri informan kita yang saat itu berada didalam mobil. Saat itu juga kita amankan GG dan bawa ke BNNK Manado," terang Sopacoly.

Setelah menangkap GG, tim kemudian melakukan pengembangan. Dan diketahui bahwa barang (sabu) itu dia dapat dari lelaki RH.
"Lelaki RH ini sementara ditahan di Lembaga Pemasyarakatan di Manado. Kita kerjasama dengan pihak lapas sehingga kita bisa menangkap RH," paparnya.

RH tidak mengakui bahwa barang tersebut dari dia. "Polisi tidak mengejar pengakuan tetapi kita buktikan. Diduga kuat barang dikendalikan dari dalam Lapas," ujar dia.

Setelah mengamankan RH, kita kemudian mendapati satu nama yakni lelaki berinisial CP seorang pegawai lepas di Dinas Pasar Kota Manado.
"Kita kejar dia (CP). Menurut informasi dia (CP) lari ke Sonder. Saat kita kesana dia sudah melarikan diri. Kami dan tim dari BNNP Sulut selalu berkoordinasi dengan Polda dan polres jajarannya. Hingga pada 28 Juni kita amankan CP di Kalasey di satu Rumah Makan. Kita amankan dan periksa. Saat ini kedua orang yakni GG dan CP kita titip di Rutan Malendeng," jelasnya.

Untuk RH lanjut AKBP Eliasar Sopacoly juga diamankan karena ikut bersama-sama.

"Ini sebenarnya jaringan dari Lapas. Mereka bisa mendapatkan barang atas pengendalian dari seseorang di dalam lapas. Diketahui mereka jaringan dari Malaysia ke Singkawang, kemudian ke Kaltim dan ke Sulawesi, hingga ke Manado," tambah Sopacoly.

Barang bukti yang ditemukan dalam bentuk paket kecil. Satu paket narkotika golongan satu. Tapi ini sudah rutin masuk di Manado.
"Terhadap dua tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat (1) dan Pasal 127 Ayat (1) huruf a juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," ujar AKBP Eliasar Sopacoly.

Kepala BNNK Manado AKBP Eliasar Sopacoly menambahkan kasus ini masih dalam pengembangan. (kharisma kurama)


Komentar