Staf teknis AGC melayani secara langsung masyarakat yang datang ke fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri.

AGC Perkenalkan Fasilitas Pengolahan Emas Tanpa Merkuri

Ajak Masyarakat Memahami PERS Lebih Jauh

Airmadidi, MS

Artisanal Gold Council (AGC) menggelar acara bertajuk 'Open House' di fasilitas pengolahan mineral bebas merkuri di Tatelu, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Acara ini berlangsung Jumat (8/6), dan dihadiri oleh pemerintah desa Tatelu, pimpinan dan anggota koperasi Batu Emas Tatelu, para penambang serta komunitas lokal yang berada di sekitar fasilitas.

Acara yang berlangsung dari siang hingga sore ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Tatelu khususnya komunitas penambang untuk mengenal lebih jauh tentang Program Emas Rakyat Sejahtera (PERS) yang salah satu wilayah programnya adalah Tatelu.

"Dalam kegiatan ini, AGC juga ingin mengajak masyarakat untuk secara langsung melihat peralatan pengolahan mineral bebas merkuri terdapat di fasilitas ini," jelas Humas AGC, Mariska Estelita.

Dijelaskannya, PERS merupakan program peningkatan pembangunan sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mata pencaharian, lingkungan, dan kesehatan bagi komunitas PESK di wilayah program di Indonesia.

"Program ini didanai oleh Global Affairs Canada (GAC) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan diimplementasikan oleh AGC," tandas Mariska.

Sementara itu, Yolanda Hantari, staf teknis AGC yang memandu langsung setiap masyarakat yang datang ke fasilitas pengolahan emas bebas merkuri dan sianida tersebut menjelaskan jika fasilitas itu dibuat untuk menjadi tempat belajar bagi masyarakat.

"Singkatnya tujuan pembangunan fasilitas pengolahan emas skala kecil yang berbasis lingkungan di Tatelu adalah untuk tempat pembelajaran bagi masyarakat sekitar Tatelu, terutama penambang," paparnya.

"Dari fasilitas itu kita semua bisa berbagi ilmu tentang metode pengolahan emas. Pengolahan emas yang ada di Tatelu ini menggunakan metode gravitasi dan metode flotasi," terang Yolanda. (kharisma kurama)


Komentar