Aktivitas Gempa Meningkat, Lokon Berpotensi Erupsi

Laporan : Victor REMPAS

TEROR erupsi Gunung Lokon, kembali menyeruak. Gejala peningkatan aktivitas kegempaan, menjadi signal letusan berpeluang terjadi. Himbauan untuk tidak beraktivitas di zona merah, kembali masif didengungkan.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Lokon dan Mahawu, Farid Ruskanda Bina, mengakui, sejak tanggal 27 September 2016, pihaknya mendapati aktivitas kegempaan Gunung Lokon yang cenderung meningkat. Gejala ini, bagi Farid, berpeluang menimbulkan letusan freatik dari Kawah Tompaluan.

“Makanya, warga maupun pendaki dilarang untuk melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari kawah. Takutnya, jika letusan terjadi, akan menimbulkan korban,” terangnya.

Bagi pengamat yang pernah ditugaskan di Gunung Sinabung beberapa waktu yang lalu, penegasan ini harus disosialisasikan secara menyeluruh. Sebab, sesuai pengamatannya, masih terjadi kegiatan-kegiatan di bibir Kawah Tompaluan.”Masih ada pengunjung yang tidak mematuhi hal tersebut. Padahal, kondisi Gunung Lokon saat ini menunjukkan peningkatan kegiatan vulkanik. Mohon untuk tidak melakukan kegiatan di zona merah seperti yang ditetapkan pemerintah,” lugasnya.

Aksi nekat yang dilakukan sejumlah pendaki menerobos area berbahaya di Gunung Lokon, langsung mendapat perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon.

Kepala BPBD Drs Robby Kalangi SH, mengakui, pihaknya telah melakukan pemasangan baliho yang berisi himbauan agar pendaki maupun masyarakat sekitar gunung tidak beraktivitas di daerah-daerah yang dinilai masuk jangkauan erupsi. Sebab, menurut dia, gejala vulkanik yang dimunculkan Gunung Lokon, sering beruba-uba.”Tolong patuhi himbauan dari pemerintah. Apalagi, menurut informasi dari Pos Pemantau terjadi peningkatan kegempaan,” aku Kalangi.

Untuk menyikapi hal itu, BPBD akan lebih meningkatkan pengawasan di jalur-jalur yang biasanya digunakan pendaki untuk naik ke puncak gunung maupun kawah.”Kami akan mengerahkan jajaran BPBD untuk lebih meningkatkan pengawasan. Selanjutnya, bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan di wilayah yang menjadi titik masuk pendakian,” lugasnya.(*)

Banner Media Sulut

Komentar

Populer hari ini

Sponsors