Ambruk, Proyek Tol Manado-Bitung Makan Korban

Airmadidi, MS

Kabar mengejutkan terdengar dari proyek jalan tol Manado-Bitung. Sebuah jembatan penghubung ambruk. Dua pekerja meninggal dunia, sebagian lagi luka-luka. Aparat hukum bergerak. Sorotan tajam mengalir dari masyarakat. Pelaksana proyek, konsultan hingga pengawas jadi sasaran tembak.

Laju pembangunan mega proyek yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Wika), tepatnya di Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), terhenti. Selasa (17/4), para pekerja dan masyarakat sekitar heboh. Bangunan jembatan yang jadi penghubung jalan bebas hambatan itu tiba-tiba ambruk. Diduga, akibat tidak kuatnya fondasi untuk menahan beban berat material yang ada.

Sekira 21 orang pekerja berusaha menyelamatkan diri. Nahas, tiga di antaranya tertimbun. Satu korban bernama Mustari, asal Blitar masih beruntung.  Ia berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Lembean. Sementara dua lainnya, mengalami nasib apes dan kehilangan nyawa, yakni Subang asal Blitar dan Dadi asal Bandung. Informasi yang diperoleh, jembatan yang roboh panjangnya sekitar 36 meter dengan tinggi 8 meter.

Kedua korban sebelumnya dikabarkan masih hidup usai peristiwa tragis itu terjadi. Pasca kejadian, pihak perusahaan langsung menggelar konferensi pers. “Kedua pekerja ini masih terlihat, masih ada komunikasi dengan kami, dan kami sudah menyediakan serta menyuplai oksigen, juga air mineral untuk kedua korban,” ungkap Manager Proyek, Bayu Hermawan, saat memberikan keterangan pers.

Dijelaskan, dalam pengerjaan proyek tersebut ada 20 orang pekerja, termasuk konsultan. Dari total itu, 9 orang dilarikan ke rumah sakit, 9 orang selamat, dan 2 orang pekerja masih tertimbun material.

“Kami akan berusaha terus untuk mengeluarkan kedua korban tersebut. Dapat saya jelaskan bahwa awalnya untuk pekerjaan ini, sudah dilakukan inspeksi oleh konsultan dan BPJN dan melakukan monitoring di setiap titiknya. Dan sudah diizinkan untuk pelaksanaan pengerjaan. Juga sebelum terjadi kecelakaan ini, tidak ada identifikasi terjadinya penurunan material, semuanya sesuai rencana,” jelas Bayu sembari mengaku kejadian ini belum dapat diidentifikasi penyebabnya, dan masih akan dilakukan pengecekan.

Terpisah, Asisten II Setdakab Minut Allan Mingkid, saat dihubungi belum mau berkomentar banyak. “Saya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti kejadian itu,” singkatnya.

Sementara, Gubernur Olly Dondokambey melalui Karo Pemerintahan dan Humas, Jemmy Kumendong ketika dikonfirmasi, mengaku belum tahu terkait ambruknya jembatan di jalur jalan Tol Manado-Bitung tersebut.

"Kita akan konfirmasi dulu dengan instansi terkait (Dinas PUPR)," kata Kumendong kepada Media Sulut via ponsel, Selasa (16/4) malam.

 

APARAT LAKUKAN PENYELIDIKAN

Gerak cepat langsung diperagakan Polres Minut ketika mendengar kejadian menghebohkan di lokasi proyek tol Manado-Bitung, tepatnya di daerah Tumaluntung. Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael, langsung turun memimpin pasukan untuk melakukan evakuasi korban.

Kepada media, Alfaris mengaku tengah menyelidiki penyebab kejadian tersebut. “Penyebab ambruknya bangunan jembatan itu masih dalam penyelidikan aparat,” beber Alfaris didampingi Kasat Reskrim AKP Afrizal Nugroho SIK, Kasat Intel Iptu Boy Rawung dan Kasubag Humas AKP Hilman Muhtalib.

Kepala Basarnas Manado, Mochamad Arifin, memimpin tim rescue untuk mencari dua korban tertimbun lainnya. Ia mengaku terus bekerja keras untuk mengeluarkan dua korban itu.

“Satu korban sudah ditemukan dari dalam reruntuhan. Kondisi korban dalam keadaan selamat dan sekarang dalam penanganan medis,” terang  Mochamad Arifin melalui Humas Ferry Arianto, kemarin.

Lokasi korban sempit yakni di dalam gorong-gorong. "Kita akan mencari sampai dua korban ditemukan," sambungnya.

Proses evakuasi di lokasi kejadian tampak dilakukan Polres Minut, Basarnas, dan masyarakat setempat.

 

PT WIKA BERI PENJELASAN

PT Wijaya Karya atau Wika (Persero) Tbk menyebut bangunan yang runtuh di proyek jalan tol Manado-Bitung bukanlah konstruksi tol. Konstruksi yang runtuh merupakan overpass atau jalan layang yang melintas di atas konstruksi tol yang belum dibangun.

Pembangunan jalan layang yang berada di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara itu terdiri dari 2 slab atau lempengan dengan spesifikasi panjang 36 meter dan lebar 10 meter. Jalan layang itu menjadi penghubung jalan Tumaluntung di atas konstruksi Tol Manado-Bitung.

"Pada Selasa (17/4) pukul 13.58 WIT, pekerjaan pengecoran pada salah satu slab, tiba-tiba runtuh, dimana salah satu slab dengan spesifikasi dan metode kerja yang sama telah berhasil dibangun," demikian tulis PT Wika dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (17/4).

"Dengan demikian, dapat kami sampaikan klarifikasi bahwa konstruksi yang runtuh adalah overpass akses jalan Tumaluntung yang melintas di atas lokasi rencana jalan Tol Manado-Bitung (underpass) dan bukan konstruksi jalan Tol Manado-Bitung (belum terbangun)," paparnya.

PT Wika mengaku telah bekerja sama dengan Basarnas, Brimob, dan Kodim setempat untuk evakuasi korban. Menurut PT Wika, ada 21 korban yang bekerja di lokasi, 5 pekerja di antaranya telah mendapatkan perawatan dan sudah diizinkan untuk kembali pulang.

Kemudian 14 orang mendapat perawatan inap untuk memastikan kesehatan yang bersangkutan. Sedangkan 2 orang pekerja yang tertimbun masih mendapatkan pertolongan di lokasi.

"PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bertanggung jawab penuh terhadap semua korban dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kejadian ini dan memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik," ucapnya.

"Perseroan berkomitmen untuk memulihkan dan mengamankan lokasi serta menyelesaikan pekerjaan jalan tol Manado-Bitung dengan memperhatikan aspek safety, quality, dan time delivery sebagai prioritas dari Perseroan untuk berkontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia serta memastikan insiden ini tidak mempengaruhi target waktu penyelesaian proyek jalan tol Manado-Bitung," imbuhnya.

 

MASYARAKAT MENYOROT

Kejadian ambruknya salah satu jembatan penghubung jalan tol Manado-Bitung, langsung mematik sejumlah tanggapan kritis publik. Bahkan ada sejumlah masyarakat mengusulkan DPRD Kabupaten Minut segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menelusuri kejadian tersebut.

“Kejadian ini bisa tergolong kejadian luar biasa dan selayaknya patut diselidiki sampai tuntas. Ini merupakan kesalahan perusahaan. Dalam arti tidak secara intens melakukan pengawasan dan kontrol di lapangan dengan melihat sejauh mana pembangunan yang dilakuakn dan mengecek material yang digunakan,” tegas Yaya Luntungan, tokoh masyarakat Airmadidi.

“Kami juga meminta DPRD Minut membentuk Pansus menyelidiki kejadian ini, sebab peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Minut,” seru Luntungan.

Nada kritis juga dilayangkan aktivis pemuda Sulut, Lefrando gosal. Kualitas kerja perusahaan yang menangani proyek pun dipertanyakan.

“Jangan proyek besar tapi kualitas lemah, tidak kuat. Pelaksana proyek, konsultan hingga yang bertanggungjawab mengawasi, patut dipertanyakan. Hari ini mengancam pekerja, besok itu bisa mengancam masyarakat Sulut. Kita berharap mata aparat hukum tetap bisa tertuju ke proyek ini. Seluruh elemen masyarakat juga, para wakil rakyat, mari kita sama-sama ikut mengawasi. Kasus ini jelas bisa jadi gambaran seperti apa perusahaan yang menangani dan kualitas proyek yang sedang dikerjakan,” tandas Gosal.

Diakui, banyak sorotan yang terjadi selama proyek tol Manado-Bitung dikerjakan. “Dari awal sudah banyak masalah. Misalnya soal tenaga kerja yang kurang mengakomodir tenaga kerja lokal, perusakan situs budaya, banjir yang diduga akibat pengerjaan tol. Wajar kalau sederet persoalan ini membuat masyarakat mempertanyakan perusahaan yang melakukan pengerjaan proyek. Ini proyek untuk menunjang kita masyarakat juga jadi masyarakat Sulut harus mendukung tapi kita harus tetap kritis,” pungkasnya.


DIRENCANAKAN TUNTAS 2019

Jalan tol Manado-Bitung sepanjang 39 kilometer (KM) dibangun menjadi dua bagian. Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk Agus Setyawan menuturkan, pada bagian pertama, kilometer (km) nol hingga kilometer 14 dibangun oleh pemerintah. Sedangkan kilometer 14 hingga kilometer 39 dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Manado Bitung.

"Sesuai informasi lapapangan, TKP ada di KM+13 200, merupakan bagian yang dibangun oleh pemerintah, yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional setempat,” ujar Agus belum lam ini.

Adapun PT Wijaya Karya Tbk sebagai kontraktor mengerjakan proyek jalan tol Manado-Bitung di bagian pertama.

Tol Manado-Bitung dibangun sebagai jalan alternatif karena kondisi jalan saat ini sudah padat. Beberapa tahun sebelumnya, waktu tempuh Manado-Bitung dan sebaliknya sekitar 45 menit, tapi saat ini membutuhkan waktu sekitar 90-120 menit. Risiko kecelakaan pada jalur tersebut juga semakin meningkat, seiring dengan tingginya arus lalu lintas kendaraan.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek jalan tol Manado-Bitung bakal rampung pada 2019.

"Sesuai rencana akan selesai tahun 2019. Namun, bila pembebasan lahan berjalan lancar, akan kita percepat. Proyek ini penting untuk mempercepat waktu tempuh Manado-Bitung,” kata Basuki.

"Untuk itu, saya minta semuanya kerja 3 sif per hari, 7 hari per minggu. Kontraktor juga harus menambah peralatan dan tenaga kerja dan mengoptimalkan pekerjaan pada lahan yang sudah bebas," lanjutnya.

Pembangunan tol Manado-Bitung dibangun dalam empat seksi, yakni Seksi 1A ruas Manado-Sukur sepanjang 7 km dibangun oleh Shino Road and Bridge Group dan Hutama Karya, Seksi 1B ruas Sukur-Airmadidi sepanjang 7 km dibangun oleh pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selanjutnya, Seksi 2A ruas Airmadidi-Danowudu sepanjang 11,5 km dibangun oleh PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) dan Seksi 2B ruas Danowudu-Bitung sepanjang 13,5 km dibangun oleh PT JMB. PT JMB merupakan konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT PP (Persero) Tbk. (risky Adrian/sonny dinar/dtc/lip6)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.