Aniaya Warga, Perdana Gunduli 7 Polisi


Amurang, MS

Hari Ini Kapolres Bertemu Tokoh Masyarakat

Sikap tegas Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Minahasa Selatan (Minsel), AKBP Arya Perdana dalam menegakkan aturan, tidak main-main. Terbukti, internal kepolisian yang melakukan pelanggaran, ditindak. “Saya tidak tebang pilih soal penegakan hukum,” tegas Perdana.

Seperti yang dilakukan Perdana kepada 7 anggota Polres Minsel yang melakukan penganiayaan. Tidak hanya diperiksa dan dikurung, Propam yang menangani kasus tersebut, menggunduli kepala mereka. “Kurang dapa sayang ja lia pa dorang (7 polisi, red). So dapa kurung kong kase botak lagi (Kasihan juga melihat mereka. Sudah dikurung, dibotaki lagi,” kata salah satu anggota Polres yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan.

Di dalam sel tahanan kata dia, mereka tidak beda dengan tahanan warga sipil lain. Gerak-gerik mereka terus diawasi petugas yang berjaga-jaga di depan sel. “Tidak ada bedanya dengan tahanan lain,” timpalnya.

Sejumlah warga Kelurahan Pondang mengatakan, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi petugas kepolisian. “Banyak pelajaran yang harus dipetik. Pertama, dalam menjalankan tugas jangan pernah menegggak minuman keras. Yang kedua, petugas tidak bisa seenaknya menganiaya warga, apalagi yang tidak bersalah,” kata Servi  Maradia, warga Pondang.

Untuk mendinginkan suasana, rencananya, Kamis (27/10) hari ini, Kapolres Minsel akan bertemu tokoh masyarakat Pondang. Dalam pertemuan itu akan dibahas soal perkembangan terkini penanganan kasus penganiayaan, juga program kepolisian untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.(rul mantik)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado