Patroli gabungan yang dilakukan aparat kepolisian dan TNI di Tondano.

Antisipasi Teroris, Polisi-TNI Sisir Rumah Kos di Tondano

Tondano, MS

Langkah preventif terus ditempuh aparat keamanan untuk melacak jaringan terorisme. Penyisiran berlangsung di semua daerah, termasuk di Minahasa. Upaya mengantisipasi jaringan teroris dilakukan tim gabungan yang melibatkan aparat kepolisian Polres Minahasa dan anggota TNI di jajaran Kodim 1302 Minahasa.

Razia yang intens dilakukan pasca teror bom di Surabaya, terfokus pada pemeriksaan identitas warga, terlebih bagi pendatang baru yang tak dikenal dan mencurigakan. Aparat melakukan razia di tempat keramaian hingga rumah kos di seputaran Tondano dan sekitarnya.

"Seiring dengan perkembangan situasi akhir-akhir ini, maka kami di jajaran Kodim 1302 Minahasa bergabung bersama aparat kepolisian rutin melaksanakan patroli gabungan dengan sasaran mengantisipasi dan mencegah aksi terorisme. Saya telah menginstruksikan beberapa anggota kami untuk turun ke lapangan membantu pihak kepolisian," ujar Komandan Kodim (Dandim) 1302 Minahasa, Letkol Inf Juberth Nixon Purnama.

Dandim meminta masyarakat di Minahasa dan sekitarnya agar tetap tenang dan jangan panik terkait situasi yang terjadi saat ini. "Intinya percayakan kepada kami aparat keamanan untuk melakukan tugas sesuai dengan fungsi dan kewenangan kami. Khusus untuk para aparat Satkowil, saya harap agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat kita sehingga mereka dapat beraktifitas seperti biasa," lugasnya.

Selaku aparat kewilayahan, Dandim mengingatkan jajarannya agar lebih meningkatkan kewaspadaan. "Seluruh aparat di wilayah harus lebih intensif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan lengah, lakukan Patroli setiap saat, lakukan kerja sama dengan aparat kepolisian agar aksi teror jangan terjadi di wilayah yang menjadi tanggung jawab kita," imbaunya.

Instruksi tegas juga disampaikan Purnama kepada anggota TNI di seluruh jajaran Kodim 1302 Minahasa agar jangan membiarkan bibit-bibit teroris tumbuh di wilayah yang jadi tanggung jawab masing-masing. "Tingkatkan kewaspadaan, teruslah memonitor dan memantau wilayah tanggung jawab kalian siang dan malam. Jangan lupa himbau masyarakat agar mereka membantu dan berpartisipasi untuk memberikan laporan dan informasi bila ada hal-hal yang mencurigakan. Semua perkembangan situasi harus segera dilaporkan secara hirarki, dan ingat Teroris adalah musuh bersama," tutup Dandim.

Imbauan serupa juga diserukan Kapolres Minahasa, AKBP Chris Pusung. Masyarakat diminta tidak panik dan jangan terprovokasi dengan isu-isu berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) yang marak bertebaran di media sosial belakangan ini.

"Jangan beri celah kepada teroris untuk memecah bela kerukunan masyarakat, sebab tujuan utama mereka (teroris, red) yaitu membuat kekacauan dengan cara mengganggu stabilitas keamanaan. Jika kita sampai terpancing, maka yang paling diuntungkan yaitu mereka yang jadi pelaku teror, karena tujuannya tercapai," papar Kapolres.

Dia memastikan jika pihak kepolisian terus bergerak dan memantau secara terperinci setiap gerakan yang terindikasi berafiliasi dengan terorisme. "Masyarakat tetap tenang dan tolong bantu kami aparat kepolisian. Apabila ada orang-orang tak dikenal dengan gerak gerik yang mencurigakan segera laporkan. Intinya percayakan sepenuhnya


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.