APBD Perubahan Bolmong Dievaluasi di Provinsi

Lolak,  MS

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017 yang telah ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dan selesai dirampungkan beberapa waktu lalu kini tengah dikonsultasikan dan dievaluasi di Pemprov Sulut.

“Ya hari ini (Senin) kita akan evaluasi APBD-P Bolmong bersama dengan Pemprov Sulut,” katanya, Sekertaris Daerah (Sekda) Bolmong, Tahlis Gallang.

Lanjutnya, setelah di konsultasi, Pemda akan menindak lanjuti jika ada koreksi atau catatan dari pihak Pemprov Sulut untuk diperbaiki. “Meskipun dalam konsultasi adanya pergeseran anggaran, namun hanya sebatas penataan pos anggaran. Sebab, anggaran perubahan Pemkab Bolmong umumnya kategori sehat yang lebih menyentuh pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Dijelaskan, salah satu target yang harus diperbaiki yakni realisasi anggaran yang disusun pada Rancangan Kerja Anggaran (RKA) agar dapat berjalan dengan maksimal. Sehingga, penyusunan draf APBDP tidak mengalami penurunan justru yang terjadi ada kenaikan belanja daerah. Hasilnya dapat dilihat dari postur draf APBDP 2017 yang dievaluasi . Komponen belanja daerah yang awalnya hanya sebesar Rp 991. 930. 597.644 naik 8,23% menjadi Rp 1. 073. 600. 036. 747. Kenaikan belanja daerah kata mantan Sekkot Kotamobagu ini, terbagi atas belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung awalnya hanya Rp 598.906.803.791 naik menjadi 2, 68 % menjadi Rp.605. 729. 245. 758. Sementara belanja langsung awalnya Rp 402. 023. 793. 852 mengalami kenaikan 16, 38 % menjadi Rp 467. 870. 790. 988. Kenaikan belanja daerah tersebut sangat dipengaruhi kebijkan Bupati dan Wakil Bupati untuk menaikan target PAD yang berkisaran 75 %. Tak hanya itu, Ia mengungkapkan, dana perimbangan juga naik, yang sebelumnya Rp 715. 221. 259. 000 menjadi Rp 754. 431. 435. 000. Ditambah pula pendapatan lain-lain daerah yang sebelumnya Rp 214. 940. 048.668 menjadi Rp 221. 701. 405. 880. Ini semua berpengaruh dan menjadi faktor naiknya belanja daerah. “ Kenaikan drastis belanja daerah dan PAD di Bolmong menjadi modal awal tanda-tanda mampu membawa perubahan besar di Bolmong dalam bidang pengelolaan keuangan daerah. Yang menjadi faktor kenaikan belanja daerah merupakan perubahan total serta dilakukan penghematan anggaran di setiap SKPD. Soal pemotongan anggaran itu wajar karena kita sedang memperbaiki sistim tata kelola keuangan daerah. jika semua sudah tertata maka setiap kegiatan pasti akan bisa berjalan dengan maksimal,” tutupnya. (endar yahya)


Komentar