APRESIASI GMIM, WAPRES SINDIR POLITISI ‘UNGU’

Manado, MS

Tubuh Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), bergelora. Hajatan akbar Sidang Majelis Sinode (SMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ke 79, resmi dimulai, Senin (19/3) kemarin. Tak tanggung-tanggung, agenda strategis dari organisasi gereja terbesar di Sulawesi Utara (Utara) itu dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Petuah penuh makna pun didendangkan orang nomor dua di Indonesia dalam kegiatan yang salah satu agenda utamanya memilih pucuk pimpinan Sinode GMIM. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu sempat menyentil soal eksistensi politisi dalam gereja.

Bagi JK sapaan populernya, menyebut gereja bukan hanya pusat keimanan bagi umat Kristiani, tapi juga menjadi wadah berhimpun dari para politisi. Untuk itu, wapres dua periode dengan dua presiden berbeda itu, mengimbau politisi GMIM untuk selalu mampu menghadirkan persatuan serta perdamaian dalam bergereja.

"Gereja juga menjadi wadah pemersatu orang-orang politik untuk bersatu memajukan agama. Para politisi di GMIM tentu sangat diharapkan dapat membawa persatuan bukan perbedaan,” imbau Wapres saat membawakan sumbutan di SMS GMIM ke-79 yang dihelat di Grand Kawanua Convention Center (GKCC) Manado, Senin kemarin.

Ia pun sempat menyindir para politisi ‘ungu’ atau para politikus yang berasal dari lingkup GMIM. “Jadi, jangan hanya ramai-ramai ke gereja pada saat Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Namun kiranya hadir di setiap momentum di tengah-tengah masyarakat," sambung JK yang disambut aplaus oleh peserta sidang.

Bagi JK, Agama pada dasarnya, bertujuan untuk menciptakan kedamaian. “Tidak ada satu pun agama di Indonesia yang mengajarkan kebencian dan kejahatan. Semuanya meneladankan kebenaran. Agama-agama kita, membawa pesan perdamaian dan persatuan. Sama halnya dengan GMIM,” papar Tokoh kelahiran Bone Sulawesi Selatan itu.

Ia pun  mengajak pemilihan aras sinode GMIM, hendaknya menjunjung tinggi azas perdamaian, kejujuran, adil serta terbuka. “Pilihlah pemimpin gereja dengan damai di zaman now ini,” ajak politisi berbasic pengusaha tersebut.

Sosok yang menyandang tokoh perdamaian dari forum pemuda dunia untuk perdamaian di Maluku itu mengapresiasi sistem demokrasi dalam pemilihan pemimpin gereja di GMIM. Karena menggunakan system digital lewat aplikasi e-voting. “Ini yang pertama kali di Indonesia. Hal ini menandakan, demokrasi dapat berjalan dengan baik di organisasi mana pun. Termasuk gereja,” aku  bekas Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri itu.

Ia pun mengapresiasi kerukunan umat beragama di Sulut yang terus terjaga harmonis.   "Sidang sinode ini tentu memberikan pemahaman bagi kita semua tentang bagaimana manfaat dari agama. Saya selalu mengapresiasi kehidupan beragama di Sulut. Di sini (Sulut-red), perdamaian sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat," sebutnya.

Lanjut Wapres, hal itu sudah terbukti. Meskipun terjadi konflik di Papua, Ambon, Maluku, Sulawesi Tengah dan Kalimantan, tapi kerukunan masyarakat Sulut tetap eksis. Malahan, Provinsi Nyiur Melambai sibuk melayani dan menampung para pengungsi dari daerah konflik. Bahkan, baru-baru ini, Manado dinobatkan sebagai kota dengan tingkat toleransi yang tinggi.

"Ini perlu dicontohi daerah lain di Indonesia. Saya yakin, semua ini berkat praktek kedamaian yang dilakukan masyarakat. Pasti ini juga tidak lepas dari peran gereja sebagai pelopor perdamaian," urai JK.

Negara Indonesia disebut kaya dengan perbedaan. Salah satunya, berbagai agama tumbuh di Bumi Pertiwi. Berbeda dengan negara-negara lain, yang kerap menjadikan perbedaan sebagai sebuah penghalang. “Namun bagi Indonesia, perbedaan itu, merupakan sebuah kekuatan yang besar. Sejumlah konflik yang terjadi di masa lampau,  itu ustru sangat bertentangan dengan agama,” terangnya lagi.

Ditambahkannya, agama adalah falsafah atau patokan kehidupan masyarakat. Jadi, bukan hanya gereja yang selalu dimakmurkan. Akan tetapi gereja harus memakmurkan warganya. Itu diwujudkan melalui program-program gereja dalam bentuk upaya-upaya sosial.

"Bila perekonomian umat aman, tentu akan berdampak pada meningkatnya aspek sosial di masyarakat. Kehidupan keberagaman agama pun akan semakin rukun dan damai," pungkas Ketua Umum Palang Merah Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Wapres JK menekan tombol launching sekaligus melakukan simulasi pemilihan pengurus BPMS GMIM dengan sistem e voting. Hadir mendampingi Wapres, sang istri, Hj Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt Dr Henriette Tabita Lebang, MTh dan para petinggi pimpinan gerejawi di Indonesia maupun dari Korea, Jepang, Belanda dan Amerika.

OLLY: KERUKUNAN BUAH DARI TINGGINYA TOLERANSI

Apresiasi yang tinggi dihaturkan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey atas perhatian dan kehadiran Wapres  RI, Jusuf Kalla dalam SMS GMIM ke 79. Olly yang juga selaku Ketua Umum Panitia Sidang Majelis Sinode GMIM, menyebut masyarakat Sulut sangat majemuk.

Baik dari sisi etnis, religi, budaya, dan adat istiadat. Namun kehidupan masyarakatnya selalu rukun dan damai serta harmonis. "Suasana kondusif ini adalah buah dari tingginya kesadaran masyarakat untuk selalu hidup berdampingan satu dengan yang lain dalam kerukunan dan kedamaian. Hal ini juga terpelihara dan terjaga, berkat karya nyata dan pengabdian yang tulus dari aparat TNI, Polri, Pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat, yang senantiasa proaktif dalam merespon dan meredam isu-isu yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan kerukunan yang ada di daerah ini," papar Olly di hadapan wapres dalam pembukaan SMS GMIM ke 79, Senin kemarin.

Buah dari sinergitas dan kerja sama seluruh stakeholders terkait itu lanjut Olly,  telah memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Itu tergambar dengan capaian positif dari beberapa indikator sosial yang ada seperti Indeks Kebahagiaan Masyarakat. "Indeks Kebahagiaan Masyarakat Sulawesi Utara mencapai 73,69 atau tertinggi ketiga secara nasional setelah Maluku Utara dan Maluku, kemudian oleh Setara Institute dan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Manado ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran Se-Indonesia," terangnya lagi.

Terkait pelaksanaan Sidang Majelis Sinode GMIM, Olly menjelaskan ada tiga agenda besar dari alat kelengkapan Sinode GMIM yang dilaksanakan setiap 4 tahun itu. Pertama mengevaluasi semua program kerja yang sudah dilaksanakan oleh BPMS periode 2014-2018. Kemudian evaluasi dari BPMS, BPPS dan MPS, dan dilanjutkan pemilihan pengurus BPMS periode 2018-2022.

“Nantinya sesudah agenda pemilihan akan dilanjutkan pembahasan rencana strategis program gereja untuk periode berikutnya oleh BPMS terpilih," ujarnya.

Olly menyebutkan ada 1.723 pengurus BPMS GMIM yang terdiri dari Utusan Jemaat, Utusan Wilayah dan Badan Pekerja Majelis Sinode yang akan menggunakan hak suaranya. Oleh karena itu, Olly berharap pelaksanaan Sidang Majelis Sinode berjalan lancar. "Kita harapkan bersama, bahwa pelaksanaan kegiatan Sidang Majelis Sinode secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik, sukses dan lancar demi mengoptimalkan peran GMIM bagi pembangunan menuju masyarakat, daerah dan bangsa Indonesia yang semakin maju, unggul dan hebat kedepan," kuncinya.

MENDAGRI DAN KETUA PGI IKUT BERI SARAN

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, yang hadir dalam SMS GMIM ke 79, juga sempat  memberikan ceramah bertajuk wawasan kebangsaan.

Kumolo mengajak warga gereja, khususnya GMIM  untuk melawan aksi terorisme, radikalisme, narkoba, korupsi, money politic, politisasi Suku Agama, Ras dan Golongan (SARA) serta HOAX atau berita bohong.

“Pemerintah mengajak seluruh tokoh-tokoh gereja lebih khusus GMIM untuk sama-sama melawan segala tindak yang dapat menganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Seperti terorisme, radikalisme, narkoba, korupsi, money politic, politisasi SARA serta HOAX,” pintanya.

Terkait dengan pelaksanaan demokrasi Pilkada serentak se Indonesia termasuk di Sulut yang tengah memasuki tahapan kampanye, Kumolo juga mengajak semua pihak termasuk tokoh gereja untuk melawan kampanye politik yang berbau SARA serta aksi money politik.  "Karena politisasi SARA dan politik uang bisa merusak peradaban, merusak demokrasi dan bisa menghancurkan sendi-sendi politik kenegaraan," kata Kumolo.

“Itu harus dilawan bersama agar  Pilkada bisa semakin efektif dan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," lugasnya lagi.

Terkait pemilihan pimpinan gereja di Sinode GMIM, Mendagri mengimbau agar dilakukan secara demokratis, damai dan berintegritas.

Sementara Ketua PGI, Pdt Dr Henriette Tabita Lebang, MTh, juga berharap proses SMS GMIM ke 79 dapat berjalan sesuai dengan tuntunan dari Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja. “Kita doakan SMS GMIM ini,  termasuk proses pemilihan BPMS di bawah tuntunan Roh Kudus,” singkatnya.

Harapan serupa disampaikan Ketua BPMS GMIM Pdt Dr HWB Sumakul. “Ya, kita doakan pelaksanaan SMS GMIM ke 79 ini dapat berjalan dengan baik. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Sulut, khususnya warga GMIM untuk mendoakan pelaksanaan sidang hingga proses pemilihan BPMS, agar Roh Kudus yang bekerja,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, agenda SMS ke 79  dikabarkan telah merampungkan sidang paripurna yang perdana. Kegiatan akan dihelat hingga 23 Maret 2018. Sedangkan proses pemilihan BPMS, berpeluang akan digelar tanggal 21 atau 22 maret mendatang.  Namun, dinamika jelang pemilihan sudah semakin alot. Hingga kini, ada dua nama yang kian mengerucut akan bersaing ketat untuk menjadi pucuk pimpinan sinode GMIM. Masing-masing, Pdt Dr Hein Arina, dan Pdt Hendry Runtuwene STh MSi.

Acara pembukaan SMS GMIM ke 79 juga dihadiri Wakil Gubernur Sulut Drs Steven O E  Kandouw, Ketua DPRD Sulut,  Andrei Angouw Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS, Sekdaprov Edwin Silangen SE MS, bupati dan walikota serta para pejabat Pemprov Sulut.(hendra mokorowu/tim ms)

 

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.