ARINA DI ATAS ANGIN

Manado, MS

Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) bergumul. Perebutan kursi orang nomor satu di tubuh organisasi gereja terbesar di Sulawesi Utara (Sulut), jadi pemicu. Dua figur mengerucut dalam bursa calon Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS). Adalah Pdt Hein Arina dan Pdt Hendry Runtuwene.

Diakui, kapasitas dan kualitas Arina dan Runtuwene, sangat mumpuni. Bukti inovasi dan terobosan di medan layanan jemaat dan BPMS, jadi referensi kelayakan menakhodai GMIM. Hal itu semakin menguat, karena arena Sidang Majelis Sinode (SMS) yang sementara berlangsung di Grand Kawanua Convention Center (GKCC) Manado, turut merekomendasikan potensi ‘tarung’ Wakil Ketua BPMS Bidang Hubungan Kerja Sama dan Sekretaris Umum (Sekum) GMIM periode 2014-2018 itu.

Seperti diungkap Pnt Jeffry Th Pay SSos, salah satu peserta utusan dari Jemaat GMIM Sion Noongan, Wilayah Langowan Kelelondey. "Sejauh pengamatan saya, peluang untuk Ketua BPS mengerucut pada dua kandidat yang memang sejak awal santer disebut-sebut sebagai calon kuat, yaitu pendeta Arina dan pendeta Runtuwene," kata Pay dalam wawancara via telepon, tadi malam.

Berdasarkan analisa pribadinya, di antara dua calon kuat itu, Pdt Arina memang disebut lebih berpeluang. Indikator itu nampak dari beberapa hal, termasuk konstelasi terkini di lokasi pelaksanaan sidang.

"Tapi ini hanya prediksi saja berdasar analisa atau sudut pandang pribadi. Sebab, bagaimana pun juga sebagai orang percaya saya tetap mengimani bahwa hasil pemilihan nanti ditentukan oleh otoritas Tuhan," kata Pay yang tetap merahasiakan siapa sosok pimpinan BPS yang akan dipilihnya nanti.

Sebagai warga GMIM, dia hanya berharap proses pemilihan nanti berjalan tanpa adanya intervensi politik atau hal-hal lain yang dapat merusak citra GMIM di mata masyarakat luas. "Kita doakan dan gumuli saja, pelaksanaan pemilihan struktur pimpinan sinode dapat berjalan lancar, sehingga siapapun yang terpilih nanti adalah pemimpin yang di pilih Tuhan di aras GMIM," tandas Pay, Selasa (20/3)

Hal serupa disampaikan salah satu utusan jemaat dari Wilayah Tomohon Tiga. Ia pun mengakui, Pdt Arina dan Pdt Runtuwene, menjadi kandidat utama dalam perebutan kursi Ketua BPMS GMIM Periode 2018-2022.

“Itu sangat jelas di arena SMS saat ini. Namun pengamatan saya, Pdt Arina sudah di atas angin,” nilai sumber yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (20/3) malam.

Dia pun mencium adanya pergerakan berupa lobi-lobi yang dilakukan dua kubu tersebut. Namun, menurut dia, itu menjadi dinamika dalam setiap proses pemilihan. “Itu sudah biasa terjadi. Sedangkan untuk pemilihan Pelsus saja, ada upaya lobi-lobi yang dilakukan. Apalagi, untuk menjadi pemimpin di GMIM, yang saat ini kiprahnya terus mendapat pengakuan dari nasional dan internasional,” beber sumber.

Meski begitu, ia berharap, pelaksanaan SMS GMIM khususnya pemilihan Ketua BPMS akan berlangsung kondusif dan dalam tuntutan Roh Kudus. “Kita sudah membuktikan kepada dunia bahwa GMIM itu adalah organisasi gereja yang besar, kuat dan solid. Makanya, apresiasi diberikan negara kepada GMIM lewat kehadiran Wapres (Wakil Presiden) Jusuf Kalla yang membuka SMS. Itu adalah hal yang luar biasa bagi GMIM dan kita semua,” tukasnya.

Demikian juga diungkapkan salah satu Ketua BPMJ di Wilayah Kakaskasen. Ia mengakui, Pdt Arina merupakan figur yang unik dan mapan di sisi hubungan kerjasama. “Dan memang GMIM harus lebih bergerak keluar dan harus menguatkan secara internal.  Ada beberapa pendeta dan penatua yang sepakat untuk mengerucutkan pilihan mereka kepada Pendeta Arina,” sebut sumber, Selasa (20/3).

“Kami sudah memiliki pilihan antara Pdt Arina maupun Pdt Runtuwene. Dan yang sangat familiar itulah yang kemungkinan akan dipilih. Sebab soal kapasitas, keduanya sangat tidak diragukan,” sambungnya.

Akan tetapi, tidak semua penatua dan syamas sebagai anggota sidang utusan jemaat dan wilayah Kakaskasen yang sepaham dengan pemikiran para pendeta di Wilayah Kakaskasen  yang mendukung Pdt Arina. Sebab, ada juga yang mengatakan mendukung Pdt Hendry Runtuwene STh.

“Bagi saya pilihan kepada Pdt Hendry Runtuwene itu alasannya karena dari pengalaman organisatoris, beliau sudah baik. Apalagi pernah menjabat sebagai Sekum GMIM,” ujar salah satu penatua yang pernah menjabat 2 kali periode pelayanan di Jemaat Maranatha Kakaskasen, yang meminta namanya tidak dikorankan.

Salah satu Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) di Minahasa Utara beranggapan, Pdt Arina berpeluang besar memenangkan perebutan kursi Ketua BPMS GMIM. “Bukan hanya kami, tapi setelah konsultasi dengan beberapa ketua wilayah dan ketua BPMJ (Badan Pekerja Majelis Jemaat), Pdt Arina disebutkan menjadi pilihan utama,” kata sumber.

Tanpa mengabaikan kekuatan dari kubu Pdt Runtuwene, namun bagi sumber, Pdt Arina dianggap layak menggantikan posisi Pdt HWB Sumakul.

Di sisi lain, dukungan terhadap Pdt Hendry Runtuwene, mengalir deras. Sejumlah pendeta menyatakan dukungannya kepada Runtuwene. Salah satunya adalah Pdt Hezky Manopo, selaku Ketua Wilayah Tumapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Menurut Manopo, Runtuwene memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menjadi Ketua BPMS GMIM. "Menurut hemat saya, Pdt Hendry Runtuwene sangat tepat menjadi Ketua BPMS GMIM," tutur Manopo.

Alasan dia, Runtuwene memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memimpin GMIM. "Soal kapasitas dan kapabilitas, itu semua dimiliki Pdt Runtuwene. Jadi, kami tidak ragu mengusung beliau untuk menjadi Ketua BPMS GMIM," imbuhnya.

Sementara itu, dukungan juga datang dari sejumlah jemaat. Menurut Yolanda Talumepa, dia lebih memilih Runtuwene untuk menjadi Ketua BPMS GMIM. "Pendeta Runtuwene sangat peduli dengan pelayanan GMIM. Buktinya, saat ada masalah di suatu jemaat, dia langsung datang untuk menyelesaikannya. Beruntung sekali mendapat pemimpin seperti itu," kata Talumepa.

Untuk diketahui, rivalitas Arina dan Runtuwene sudah terlihat pasca pengumuman nominator yang dimasukkan jemaat-jemaat se-GMIM. Pdt Arina memperoleh dukungan tertinggi yakni sekitar 804 dukungan jemaat. Sementara Pdt Runtuwene, mendapat dukungan sekitar 558 jemaat. Pemilihan pengurus BPMS periode 2018-2022 akan diikuti sekira 1.723 orang dari total 2.323 peserta yang terdiri dari utusan jemaat, utusan wilayah dan BPMS. Pemilihan pengurus BPMS kali ini, akan menggunakan sistem e-voting.

BEREBUT SUARA ANGGOTA MAJELIS SINODE BUKAN PENDETA

Untuk menang dalam pemilihan Ketua BPMS GMIM, salah satu elemen krusial yang diyakini menjadi target perburuan suara, yakni anggota majelis sinode utusan jemaat bukan pendeta.

“Makanya, setiap calon harus memenangkan dukungan dari mereka dan  ditambah satu utusan wilayah. Memang, itu juga tergantung jumlah kolom,” aku Pelayan Khusus (Pelsus) di Jemaat GMIM Markus Kinilow, Pnt Rommy Kaunang, Selasa (20/3).

Jumlah suara dari anggota majelis sinode utusan jemaat, menurut dia, jangan disepelehkan. Sebab, jumlah anggota mejelis sinode bisa bervariasi karena merujuk jumlah kolom. “Saya memprediksi, suara dari utusan jemaat dan wilayah di luar pendeta akan diperebutkan dalam pemilihan karena banyak,” lugasnya.

SOLIDITAS ANGKATAN BAKAL DIUJI

Penjabalan puncak pimpinan BPMS GMIM, semakin alot. Sisi menariknya, soliditas angkatan semasa kuliah, dianggap menjadi satu faktor penting dalam merebut dukungan.

“Memang ada angkatan waktu kuliah yang saat ini menjabat sebagai Ketua BPMJ. Artinya,  memiliki hak pilih saat pemilihan nanti. Kekuatan angkatan ini akan juga sangat mempengaruhi,” aku salah satu Ketua BPMJ di Wilayah Tandengan.

Menurut dia, kekuatan angkatan ini sudah teruji di setiap pemilihan BPMS GMIM. ”Makanya, penggalangan lewat dukungan angkatan selalu terjadi setiap pemilihan BPMS. Kali ini, soliditas angkatan kembali diujui,” tandas sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Meski begitu, ia berkerinduan, agar pelaksanaan SMS GMIM tahun 2018 ini, berjalan lancar dan sukses. “Siapa yang terpilih, maka dia lah yang diperkenankan Tuhan memimpin GMIM. Intinya, jangan ada intervensi apalagi berkaitan dengan kepentingan politik atau hanya untuk kepuasan probadi saja. Mari kita doakan agar pemilihan ini berlangsung dalam tuntutan roh kudus,” kuncinya.

MERUJUK KRITERIA

Masuk dalam bursa calon BPMS GMIM, wajib memenuhi sekitar 13 kriteria.

Hal itu diakui Sekretaris Panitia Pelaksanaan Pemilihan Pdt Teddy Liu STh. Dia menjelaskan, calon BPMS adalah mereka yang terjaring sebagai calon yang telah ditetapkan oleh SMS sebagai calon yang akan dipilih. Selanjutnya, berpedoman pada kriteria.

“Untuk Calon BPMS, kriteria yang pertama, mempunyai visi teologis tentang panggilan gereja yang tergambar dalam karya tulis. Kedua, menunjukkan kemantapan spiritual, emosional dan intelektual. Ketiga, memiliki komitmen untuk mengimplementasikan GMIM sebagai Gereja Global. Keempat, memiliki pengalaman organisatoris yang tergambar dalam Curriculum Vitae,” urai Liuw.

Selanjutnya,  memiliki pengalaman sebagai pelayan Khusus GMIM sekurang-kurangnya 12 tahun bagi pendeta, guru agama dan delapan tahun bagi penatua dan syamas. “Kemudian, pendeta dan atau guru agama harus pekerja GMIM. Berusia setinggi-tingginya 61 tahundan tidak dikenakan tindakan disiplin gerejawi dan tidak sedang dalam proses masalah hukum,” tambah dia.

Selain itu, pendeta tidak melanggar kode etik dan janji pendeta, dijaring dan ditetapkan oleh BPMS sebagai bakal calon BPMS oleh SMS dan bersedia bekerja penuh waktu dan tidak akan merangkap jabatan struktural di tempat lain yang dinyatakan dengan surat pernyataan. “Tidak menjadi pengurus partai politik, ketua dan anggota KPU Provinsi/ Kabupaten/ Kota, Bawaslu, DPR/D, DPD selama 4 tahun terakhir. Keanggotaan BPMS hanya dapat dipilih untuk 2 periode pelayanan berturut dalam semua jabatan dan tidak memegang jabatan dalam keanggotaan BPMS periode pelayanan 2010-2014 sampai dengan 2014-2018,” kunci Liu.

PUSAT DUKUNG SMS-GMIM

Iven religius SMS GMIM megah. Kehadiran Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) HM Jusuf Kalla (JK) bersama sejumlah pejabat tinggi negara, jadi bukti menjulangnya popularitas GMIM di pentas nasional.

Terkait pelaksanaan pesta demokrasi GMIM itu, Wapres JK berharap SMS ke-79 GMIM tahun 2018, menjadi perenungan bagaimana agama memberikan manfaat. Dia memberi contoh peranan Sulut bagi pengungsi dan perdamaian saat terjadi konflik di Maluku (Ambon) dan Sulawesi Tengah (Poso). JK menyebut banyak pengungsi konflik saat itu yang ditampung di Sulut. "Itu adalah contoh kebaikan dan bagaimana kehidupan damai itu dijalankan. Perbedaan agama dapat berjalan selama hati dapat terbuka," tandasnya.

JK pun mengajak pemilihan aras sinode GMIM, hendaknya menjunjung tinggi azas perdamaian, kejujuran, adil serta terbuka. “Pilihlah pemimpin gereja dengan damai di zaman now ini,” ajak politisi berbasic pengusaha tersebut.

Sosok yang menyandang tokoh perdamaian dari forum pemuda dunia untuk perdamaian di Maluku itu mengapresiasi sistem demokrasi dalam pemilihan pemimpin gereja di GMIM. Karena menggunakan system digital lewat aplikasi e-voting. “Ini yang pertama kali di Indonesia. Hal ini menandakan, demokrasi dapat berjalan dengan baik di organisasi mana pun. Termasuk gereja,” aku dia.

Selanjutnya, Ketua PGI Pdt Dr Henriette Tabita Lebang MTh berharap, proses SMS GMIM ke 79 dapat berjalan sesuai dengan tuntunan dari Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja. “Kita doakan SMS GMIM ini,  termasuk proses pemilihan BPMS di bawah tuntunan Roh Kudus,” singkatnya.

Hal senada disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD). Ketua Panitia SMS GMIM ini mengatakan, meskipun masyarakat Sulut sangat majemuk dari sisi etnis, religi, budaya dan adat istiadat, namun kehidupan masyarakatnya selalu rukun dan damai serta harmonis. "Suasana kondusif ini adalah buah dari tingginya kesadaran masyarakat untuk selalu hidup berdampingan satu dengan yang lain dalam kerukunan dan kedamaian,” terang  Olly.

Bagi Olly, SMS GMIM ada tiga agenda besar dari alat kelengkapan Sinode GMIM yang dilaksanakan setiap 4 tahun itu. "Sidang ini untuk mengevaluasi semua program kerja yang sudah dilaksanakan oleh BPMS periode 2014-2018. Kemudian evaluasi dari BPMS, BPPS dan MPS dan dilanjutkan pemilihan pengurus BPMS periode 2018-2022 serta sesudah agenda pemilihan dilanjutkan BPMS terpilih pembahasan rencana strategis program gereja untuk periode berikut," ujarnya.

"Kita harapkan bersama, bahwa pelaksanaan kegiatan SMS secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik, sukses dan lancar demi mengoptimalkan peran GMIM bagi pembangunan menuju masyarakat, daerah dan bangsa Indonesia yang semakin maju, unggul dan hebat ke depan," kunci Olly.(tim ms)

 

 

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.