William Luntungan

Aroma Bargaining, Perjadin Eksekutif-Legislatif Disorot

Dana perjalanan dinas (perjadin) eksekutif dan legislatif tak pernah henti jadi perhatian publik. Di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), deretan sorotan tajam pun kini lagi kencang dilontarkan berbagai elemen masyarakat terhadap kedua lembaga tersebut. Nada negatif menghantam keras.

“Dianggap hanya menghambur-hamburkan uang rakyat karena terkesan agenda perjalanan dinas tersebut terlalu dipaksakan. Di samping itu juga dianggap sebagai bagian dari 'bargaining' Pemkab dan Dekab Minut,” sembur aktivis Minut, William Luntungan, Minggu (3/12) kemarin.

“Hal ini tidak bisa dipungkiri karena setiap selesainya agenda paripurna hampir selalu para wakil rakyat melancong meninggalkan Minut. Gedung Tumetenden kosong, tak meninggalkan satu anggota dewan pun,” cerocosnya.

Luntungan menilai, pihak yang dirugikan dari prilaku itu tentunya warga Minut karena terkadang mereka tidak mengetahui keberangkatan para anggota dewan. Akibatnya, jika ada aspirasi yang akan dibawa, tak bisa ditemui di kantor dengan alasan lagi Tugas Luar (TL).

“Ini sudah seperti menjadi ritual tahunan para legislator Minut yang dianggap cuek dengan hal ini. Apalagi dari tahun ke tahun biaya perjalanan dinas ini cenderung mengalami kenaikan yang sangat tajam,” sorot Will, yang dikenal vokal menyerukan berbagai masalah sosial di Minut seperti ini.

Dirinya memperoleh data, perjadin Pemkab dan Dekab Minut tahun 2017 menghamburkan uang rakyat sebesar Rp 34,2 miliar. Angka itu termasuk paling tinggi di Sulut.

Kalau saja anggaran sebanyak itu diminimalisasi dan selisihnya dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur, tentunya akan terasa lebih bermanfaat ketimbang tugas luar yang sebenarnya tak penting.

“Semoga dalam APBD 2018, perjalanan dinas legislatif dan eksekutif tak sebesar tahun ini,” cetus Luntungan dengan nada ragu.

Sementara itu, Ketua DPRD Minut Berty Kapojos mengatakan, untuk perjalanan dinas dewan sudah diatur dalam undang-undang. “Kami rasa apa yang dilakukan dewan, khusus untuk perjalanan dinas masih dalam tahap wajar,” ungkap Kapojos. (risky pogaga)


Komentar