Prof Dr dr Grace Debbie Kandou MKes

Aroma Mengganjal Kandou Tercium NU

Diduga Bawa Nama Menristekdikti Intervensi Pilrek Unsrat

Manado, MS

Semakin dekat hari Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Nahdatul Ulama (NU) melihat gelagat mencurangi salah satu kandidat. Teranyar, ada kabar menyeruak Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenritekdikti) Republik Indonesia (RI), menelepon rektor Prof DR Ellen Kumaat untuk tidak meloloskan, Prof Dr dr Grace Debbie Kandou, atas arahan Menristekdikti.

Sontak kader NU marah. Isu tersebut dinilai sangat murahan untuk dimainkan di Pilrek Unsrat. Alasannya, dipandang hanya dibuat-buat. “Kami sebagai kader NU marah dengan isu murahan yang menganggap Menristekdikti mengintervensi Pilrek dengan cara menyuruh Irjen menelepon pimpinan Unsrat untuk tidak meloloskan salah satu kandidat dengan alasan dibuat-buat, ini fitnah keji yang merusak nama baik Menristekdikti seolah beliau mengintervensi Pilrek Unsrat,” ujar Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ukama (PWNU) Sulawesi Utara (Sulut) Midun Loho, Rabu (21/2) kemarin.

Menurutnya, PWNU Sulut akan menuntut oknum-oknum yang membuat nama baik Menristekdikti yang dicatut oleh pejabat dibawahnya untuk tujuan tertentu alias intimidasi. "Kami akan melaporkan Irjen kemenritekdikti kalau memang benar beliau menelepon Rektor Unsrat dengan mengatasnamakan Menristekdikti yang memerintahkan Rektor menggugurkan salah satu kandidat," tambahnya lagi.

Ketika ditanyakan apa langkah kongkrit yang akan dilakukan PWNU Sulut dalam menyikapi masalah ini, ia mengatakan bahwa PWNU akan menyurati Menristekdikti serta Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) untuk melaporkan hal ini. "Serta akan menanyakan apakah benar perintah menggugurkan Grace Kandou benar atau tidak dan jika jawabannya tidak maka kami akan melaporkan ke pihak berwajib atas informasi yang mengatasnamakan Menristekdikti yang merupakan Kader NU dan Juga Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU).

Sebelumnya juga Sekjen Koordinator Nasional Jokowi Centre Imanta Ginting pun menyoal upaya untuk menzolimi Kandou yang juga Koordinator Nasional (Kornas) Dewan Pakar Jokowi Centre dalam pemilihan rektor Unsrat kali ini. "Kami menemukan upaya yang tidak sehat untuk menjatuhkan Ibu Grace Kandou dan kami Kornas Jokowi Centre akan mengadvokasinya dengan melaporkan hal ini kepada pihak-pihak yang berkompeten dan bahkan kalau perlu melaporkan kepada Presiden Jokowi karena ini adalah bentuk penzoliman yang terstruktur dan ternyata," tukasnya.(sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.