Penyelenggaraan pemeriksaan penyerapan anggaran Dana Desa kian dioptimalkan Kejari Bolmut. Spek Pembangunan jadi salah satu fokus pemeriksaan. (foto: media sulut/nanang kasim)


Aroma Penyimpangan ADD Dibongkar

Korps Adhyaksa Bolmut Sasar Sederet Dugaan Korupsi

 

Laporan: Nanang Kasim

 

Langkah penegakan hukum Korps Adhyaksa di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dihentak. Sederet kasus dugaan korupsi dibidik. Salah satu titik sasar adalah aroma penyimpangan yang menyeruak dari penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD).

 

Penegakan supremasi hukum, terlebih khusus kasus dugaan korupsi di Bolmut kian dioptimalkan Kejaksaan Negeri (Kejari)  Bolmut. Setelah sebelumnya korps baju cokelat besutan Andi Suharlis, mampu menyita kerugian negara pada kasus mega proyek pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Sidupa Kecamatan Pinogaluman dengan bandrol sebesar Rp 1.4 Milliar, kini pihak Kejari Bolmut tengah mengusut tuntas persoalan dugaan korupsi pada ADD di Desa Sangtombolang Kecamatan Sangkub tahun 2013, 2014 dan 2015 yang diduga dilakukan oleh HW alias Jem yang juga mantan Sangadi (Kepala Desa, red).

 

“Pemeriksaan lapangan dugaan penyimpangan ADD Sangtombolang bersama tim ahli dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bolmut terus kami laksanakan. Hal tersebut dilakukan untuk menghitung seberapa besar kerugian pada sejumlah pekerjaan jalan, talud dan pembangunan kantor Desa Sangtombolang,” ujar Kepala Kejari Bolmut Andi Suharlis, melalui Kepala Tindak Pidana Khusus, Resmen, Selasa (16/5) kemarin di Desa Sangtombolang.

 

Menurutnya pihak Kejari Bolmut akan terus bekerja memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pada persoalan korupsi di Bolmut.

 

“Pada prinsipnya Kejari Bolmut tidak akan main-main dengan seluruh laporan masyarakat yang masuk,” terang Resmen.

 

Resmen pun mengakui jika dalam waktu dekat akan dilakukan penetapan tersangka terhadap kasus tersebut.

 

“Selain akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat ini, kami pula akan segera melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado,” imbuh mantan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Padang Pariaman ini.

 

Pun demikian dirinya berharap agar ke depannya tidak akan ada lagi kasus-kasus seperti ini sebab menurutnya yang dirugikan adalah masyarakat.

 

“Yang jelas jika ada kasus seperti ini maka masyarakat yang akan dirugikan,” tutur pria yang hobby olahraga tenis lapangan ini. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Populer hari ini

Sponsors