Asiano G Kawatu


ASN-THL Berambut Pirang Diradar

Penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL), mengencang di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Diantaranya menyasar mereka yang berambut pirang. Langkah ini disebut, mempertegas peraturan gubernur tentang cara berpakaian.  

Itu mencuat di Inspeksi Mendadak (Sidak) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bersama Inspektorat dan Satpol Pamong Praja Provinsi Sulut di apel pagi Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Sulut, Selasa (10/10) kemarin. Sidak tersebut menjaring mulai dari penataan rambut yang tidak boleh pirang hingga ke sepatu yang harus berwarna hitam dan tertutup serta atribut yang digunakan para ASN dan THL.

 

Tujuan sidak tersebut juga guna memastikan bahwa ASN harus memenuhi beban kerja sesuai dengan Peraturan Gubernur Sulut. Selain itu, apel pagi setiap hari Selasa diwajibkan untuk ASN dan THL di lingkup Disdikda Sulut.

 

ASN yang tidak masuk kerja, harus menyertakan surat keterangan izin, sakit atau keterangan lainnya. Itu disampaikan pada pimpinan unit kerja masing-masing. Jika tidak ada pemberitahuan maka dicatat Tanpa Keterangan.

 

Selanjutnya, ASN yang mendapat tugas luar harus memiliki surat tugas yang ditandatangani kepala dinas. Bisa juga dari sekertaris, jika kepala dinas tidak berada di tempat. Apabila seorang ASN mendapat tugas secara tiba-tiba maka surat tugasnya akan dibuat setelah ia kembali dari melaksanakan tugas itu dengan model surat tugas khusus yang ditandatangani kepala dinas.

 

Bagi kepegawaian, selambat-lambatnya memasukan laporan kinerja setiap tanggal 7 bulan berjalan untuk kepengurusan TKD para pegawai Dikda Sulut. Sikap tegas pun sangat diharapakan dari seluruh pimpinan unit kerja secara berjenjang dalam menegakan aturan sampai pada proses penindakan sehingga menjadi perhatian serta efek jera bagi setiap pelanggar disiplin.

 

Peraturan tersebut juga mempertegas bahwa BKD, Inspektorat dan Satpol PP akan terus melakukan pengecekan kehadiran satu persatu ASN ini tanpa pemberitahuan, hingga ke cabang-cabang dinas dan sekolah-sekolah. Jika didapatkan ada ASN dan THL yang berkeliaran di jam kerja maka akan mendapat pembinaan dan potongan kinerja. Bagi eselon potongan 15%, Staf 10% dan THL 30%. Jika THL dua Kali kedapatan sidak maka statusnya akan dinonaktifkan dari THL Provinsi Sulut.

 

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, Asiano Gamy Kawatu menghimbau, semua ASN dan THL Dikda Sulut, memahami tanggung jawab dan peranannya masing-masing. "Sidak bisa diartikan sebagai silaturahmi mendadak. Kita saling berkomunikasi konstruktif dalam tatap muka. Dengan demikian, pencapaian hasil kinerja bisa kita tingkatkan terus,” paparnya.

“Begitu juga dengan cabang-cabang dinas Dikda Sulut beserta satuan-satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara untuk memperhatikannya," tutur Kawatu. (sonny dinar)

 

Komentar