Seminar ilmiah ‘Manado Facing The Future’ yang dilaksanakan Bapelitbang bekerjasama dengan IKA Unsrat, Manado.

BANGUN MANADO, GSVL RANGKUL SEJUMLAH PAKAR

Seminar llmiah Bertajuk Facing The Future

 

Manado, MS

Meski telah menunjukkan kemajuan pesat, namun asa Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mewujudkan suasana kota yang lebih baik, terus dilakukan. Salah satu langkah yang diambil pemerintah dengan mememinta dukungan dan masukan dari sejumlah pakar dan akademisi hebat di Nyiur Melambai.

Itu mencuat dalam seminar ilmiah dengan tema ‘Manado Facing The Future’ yang dilaksanakan Pemkot Manado melalui Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) bekerjasama dengan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), di ruang Serbaguna Kantor Walikota, Selasa (20/6).

Dalam sambutannya, arsitek kemajuan Kota Tinutuan, DR Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) menyambut baik kegiatan seminar dengan menghadirkan narasumber para pakar dan cendekia Unsrat.

"Saya menyambut baik pelaksanaan seminar ini. Memang sebagai pemerintah kami perlu mendapat dukungan dari akademisi dalam rangka membangun Kota Manado kedepan yang disinkronkan dengan visi dan misi pemerintah Kota Manado," ujar Walikota Manado dua periode itu.

Menurutnya, Pemkot Manado dalam mewujudkan Manado Kota Cerdas 2021, telah melakukan berbagai terobosan. Diantaranya, menghadirkan Manado Cerdas Command Center dengan sembilan aplikasi pendukung. "Manado Cerdas Command Center dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menata manajemen kota," tukas Walikota terbaik se-Indonesia itu.
Selain itu, dalam seminar yang berlangsung sehari ini, Walikota GSVL berharap ada masukan dari para pakar dalam mengatasi berbagai masalah kota yakni sampah, kemacetan dan banjir."Dalam seminar ini, mudah-mudahan ada pemikiran-pemikiran yang konstruktif untuk mendukung rencana pemerintah Kota Manado mengatasi tiga masalah di kota ini," tandas Walikota GSVL.

Di samping itu, ada rencana pemerintah untuk menjadikan kawasan Mapanget dijadikan sebagai Manado Kota Baru. Termasuk pengembagan kota lama sebagai salah satu destinasi wisata, dimana rencana Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE untuk menjadikan pesisir pantai dari Malalayang ke Tongkaina menjadi lokasi wisata."Kita bersyukur terobosan Pak Gubernur untuk mendatangkan wisatawan sangat luar biasa. Makanya, kita akan menata pariwisata kita, selain taman laut Bunaken, Kota Manado juga masuk dalam 15 kota destinasi wisata di Indonesia," tukas Walikota.

Acara yang dipandu moderator anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Utusan Sulut Ir Marhanny Pua dan Kepala Bapelitbangda Kota Manado DR Liny Tambajong tersebut, turut menghadirkan enam pembicara yakni Ridho Ichwan Kepala Badan Perencanaan Infrastruktur wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR), kemudian Prof DR Ir Lucky Sondakh MEc PhD, Prof DR Janny D Kusen MSc, Prof DR Ir Ruddy Tenda, DR Elisabeth E Winokan SH MSi. Prof DR Drs Patar Rumapea MSi, budayawan Reyner Oeintoe, DR Taufik Pasiak, DR Moody Rondonuwu.Pada intinya dalam diskusi tersebut memberikan pandangan tentang membangun Manado di masa kini dan masa depan sebagai kota yang majemuk dengan dipengaruhi berbagai budaya. 

Selain dihadiri para guru besar Unsrat, juga pengamat dan pemerhati Kota Manado, pengusaha dan pelaku bisnis, juga mantan Walikota Manado Drs Wempie Frederik serta mahasiswa Unsrat dan Ketua Harian IKA Unsrat Drs Lona Lengkong.Tampak hadir Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, Sekda Drs Rum Usulu dan para kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemkot Manado serta para Camat dan Lurah se Kota Manado.(fiena/*)

Banner Media Sulut

Komentar