AKBP Gani Siahaan SIK MH

Berkas Korupsi Pasar Iyok Tembus Kejari Kotamobagu

Manado, MS

Kasus korupsi Pasar Iyok, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), segera disidang. Modus operandi para pelaku akan dikuak. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun segera menyiapkan berkas tuntutan.

Kepolisian Resor (Polres) Bolmong, melimpahkan kasus korupsi proyek pasar di Desa Iyok, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu. Pelimpahan berkas itu dilakukan pada Jumat (24/11), akhir pekan lalu. Pelimpahan itu sudah termasuk menyerahkan tersangka IK alias Ir, warga Desa Tutuyan, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Boltim, setelah sebelumnya dinyatakan P21 atau lengkap oleh Kejaksaan.

Kapolres Bolmong, AKBP Gani Siahaan SIK MH saat dikonfirmasi, membenarkan pelimpahan perkara tersebut. “Ya benar. Surat pengantarnya sudah saya tandatangani untuk dilimpahkan ke Penuntut Umum,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Hany Lukas menjelaskan, IK alias Ir selaku kontraktor CV CP, ditetapkan sebagai tersangka karena sebagai penanggung jawab proyek pasar dengan anggaran sekira Rp 2 Miliar lebih. “Dari hasil audit investigasi bangunan yang dikerjakan, selain tidak terawat, kondisinya sudah rusak karena diduga dikerjakan tidak sesuai volume kerja. Proyek tersebut juga menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK, red), karena terjadi kerugian negara hampir 200 juta rupiah, sehingga Irma pun ditetapkan sebagai tersangka, karena dia selaku kotraktor dari proyek itu,” jelas Hanny.

Dikatakannya juga, Kepolisian menjerat tersangka dengan Undang-Undang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor). “Tersangka akan dikenakan Undang- Undang Tipikor, yang ancaman hukumannya itu paling rendah satu tahun penjara dan paling lama lima tahun penjara,” pungkasnya. (rhendi umar/humas polda sulut)


Komentar