Bertingkah Ala ‘Zombie’, Sulut Ketat Awasi PCC

KEGAGALAN pengawasan terhadap peredaran obat-obatan di tanah Nyiur Melambai Sulawesi Utara (Sulut), bisa jadi akan timbul sebuah malapetaka besar yang mengancam generasi muda Sulut. Apa pasal? Peredaran Obat Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol (PCC) telah menghebohkan sejumlah kota-kota besar di Indonesia. Anak-anak yang meminum obat ilegal tersebut akan mengalami efek kejang-kejang, mengamuk, hingga bertingkah seperti ‘zombie’ atau mayat hidup. 
Kepada Media Sulut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Debbie Kalalo melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan, Farmasi dan Alat Kesehatan, Djonny Matali mengatakan, hingga saat ini Sulut aman dari peredaran obat PCC yang illegal tersebut.
"Sampai sekarang belum ada kasus seperti itu. Baru di luar daerah, mudah mudahan tidak sampai di Sulut,"ujar Matali yang juga didampingi Kepala Seksi (Kasie) Farmasi Gerald Rundengan, kemarin.
Dijelaskan, PCC telah banyak menelan korban hingga menyebabkan kematian karena mengandung zat yang sangat berbahaya. Di Sulut sendiri, obat tersebut sudah ditarik dari peredaran sejak tahun 2009 sampai tahun 2013 lalu, karena dilarang beredar atau dipasarluaskan di Sulut.
"Bisa saja sudah expired atau kadarluarsa. PCC merupakan obat yang terdiri dari tiga komponen, yaitu paracetamol, caffeine, dan carisoprodol yang masing-masing memiliki efek berbeda. Berbahaya, karena paracetamol yang dikonsumsi bersamaan dengan Caffeine dan carisoprodol. Makanya kami kaget kenapa masih ada di pasaran,"jelasnya.
Ditambahkan Rundengan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Dinas Kesehatan tidak akan diam. Sanksi pidana menanti jika ditemukan masih ada yang menjual atau mengedarkan obat tersebut. 
"Kalau dapat kami tarik. Kalau ada yang menjual atau mengedarkan bisa kena pidana. Kalau ada apotik yang masih sediakan obat jenis ini bisa ditutup. Kan obat ini sudah dilarang,"tutupnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Gubernur Olly Dondokambey mengingatkan masyarakat agar ikut waspada agar peredaran obat jenis PCC tidak sampai di Sulut. Terlebih bagi orang tua (ortu) untuk mengawasi anak mereka, karena kasus paling banyak terjadi pada anak-anak usia remaja.
"Saya menghimbau kepada masyarakat terlebih khusus kepada orang tua dari pada remaja yang rentan menjadi korban agar selalu memperhatikan anak-anaknya. Kepada ibu-ibu untuk melihat perkembangan anaknya," harap Gubernur Olly sembari mengatakan jika di semua wilayah di Sulut untuk bersama-sama menjaga kondusifitas seperti saat ini.
"Kalau narkoba di Sulut sudah dapat kita tangani hanya saja saya kuatir obat-obat yang sangat populer dikalangan remaja seperti PCC dan kelihatan remaja-remaja mulai ikut-ikut rame. Makanya kita akan melakukan sidak-sidak di wilayah-wilayah tertentu untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan,"kunci Olly.(sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.