Kepala BI Manado, Soekowardojo

BI Manado Gagas Gerakan Barito Part II

Manado,MS

Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pengendalian inflasi di tahun 2017. Pada paruh kedua tahun 2017 ini, upaya pengendalian inflasi akan difokuskan pada pengendalian harga komoditas strategis seperti Tomat Sayur dan Cabai Rawit. Menurut Kepala Perwakilan BI Manado, Soekowardojo, Program pengendalian inflasi tersebut akan dilakukan melalui “Gerakan Barito – Batanang Rica dan Tomat” tahap ke 2 sebagai antisipasi lonjakan harga komoditas tersebut di akhir tahun. Gerakan ini juga akan dikombinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulut. “Dalam waktu dekat kami akan mengadakan Gerakan Barito yaitu Batanang Rica dan Tomat tahap ke 2, program ini kami anggap cukup berhasil pada periode pertama,” kata Soekowardojo.

Upaya lainnya yang akan terus diberdayakan BI yaitu melalui kerjasama antar daerah dan program komunikasi ekspektasi akan terus dilakukan sepanjang tahun 2017. TPID baik tingkat Provinsi maupun Kab/Kota di Sulut telah terlibat aktif didalam rangkaian kegiatan Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2017.

Berdasarkan hasil Rakornas tersebut, TPID di wilayah Sulut berkomitmen untuk melakukan percepatan pembenahan efisiensi tata niaga pangan melalui penguatan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi digital, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Jokowi.

Meski demikian, Soeko juga menambahkan bahwa berbagai risiko dan tantangan masih mengemuka dalam pencapaian sasaran inflasi Sulut 2017. Risiko tersebut antara lain adalah potensi kenaikan harga BBM dan elpiji, serta risiko ganguan pasokan komoditas strategis akibat kondisi cuaca di akhir tahun. Bank Indonesia memandang bahwa pencapaian inflasi sampai dengan Juli 2017 masih sejalan dengan pencapaian target inflasi Sulut 2017 yaitu 4±1% (yoy). Pada bulan Juli 2017, inflasi Sulut yang diwakili oleh Kota Manado tercatat sebesar 0,86% (mtm) menurun dibandingkan bulan sebelumnya 1,15% (mtm). (emon)

Banner Media Sulut

Komentar