Deputy DIrektur BI Sulut A. Yusnang.

BI : Money Changer Wajib Laporkan Transaksi Mencurigakan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut mendorong Money Changer atau Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) untuk melaporkan transaksi keuangan tunai dan mencurigakan kepada Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Deputy Direktur BI Manado A. Yusnang menjelaskan laporan itu dilakukan mengingat KUPVA rentan digunakan sebagai modus kejahatan. Ketentuan terkait hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang No.7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang yang didukung oleh Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/20/PBI/2016. “Selain itu, penerbitan PBI KUPVA BB ini bertujuan untuk mencegah dimanfaatkannya KUPVA BB untuk kegiatan pencucian uang, pendanaan terorisme, judi online, dan kejahatan lainnya (extraordinary crime) Salah satunya dengan melakukan pencatatan identitas nasabah serta menyampaikan laporan transaksi keuangan tunai dan mencurigakan kepada PPATK," kata Yusnang.

Sementara itu terkait kondisi di Sulut, Yusnang  mengatakan bahwa sejauh ini aktivitas Money Changer di Manado berjalan normal dan lancar tanpa ada indikasi yang mencurigakan. "Dari pengawasan kami, di Manado nasabahnya lebih banyak memang untuk kegiatan pariwisata," katanya seraya menyebut Money Changer tak berijin bakal ditertibkan pada April 2017.

Selain itu bank sentral tersebut juga meminta Money changer untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada konsumen. Hingga Januari 2017, BI mencatat jumlah KUPVA yang terdaftar di Manado hanya 4 kantor. 2 kantor cabang dari Makasar dan sisanya kantor pusat.(emon)

 

Banner Media Sulut

Komentar