Setnov (KIRI) & SVR dan Tetty (KANAN) latar lambang Golkar

Bidik Kemenangan Pilkada Serentak 2018

Manado, MS

Friksi yang sempat mendera internal Beringin, Sulawesi Utara (Sulut), kans segera pudar. Rekonsiliasi antar kubu Stefanus Vreeke Runtu (SVR) dan kubu Christiany Eugenia Paruntu (CEP), kian menguat.

Tak tanggung-tanggung, penyatuan kembali kedua blok yang sempat bersiteru itu akan diprakarsai oleh Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov). Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) itu dikabarkan akan turun langsung memimpin rekonsiliasi.

Setnov disebut-sebut akan datang di Sulut pada 13 Mei 2017 mendatang. Tak hanya melakukan pembenahan, orang nomor satu di eks partai penguasa tersebut, dikabarkan akan melakukan konsolidasi partai untuk menatap pesta demokrasi  serentak 2018, utamanya di 6 Pilkada kabupaten kota di Sulut.

“Pak Ketum (Setnov, red) akan datang di Sulut awal bulan ini (Mei, red). Beliau akan memulihkan kembali friksi yang terjadi di internal Golkar Sulut. Khususnya antara SVR dan Tetty (CEP, red). Soalnya keduanya sama-sama kader potensial partai,” beber sumber resmi di internal Golkar yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.

“Sudah ada beberapa pimpinan DPP yang memediasi kubu SVR dan kubu Tetty. Tapi hasilnya mungkin dianggap belum maksimal. Jadi ketum yang akan turun tangan langsung bikin rekonsiliasi. Ini demi kemajuan Golkar Sulut,” sambungnya.

Setnov, lanjut sumber, dikabarkan akan membuat sejumlah program dan kegiatan partai di Sulut, dengan melibatkan seluruh pimpinan dan kader partai. “Dengar-dengar SVR dan Tetty yang akan diberi tanggung-jawab untuk menjalankan program-program itu. Tentu dibawah koordiner SVR sebagai Ketua Golkar Sulut. Tujuannya supaya keduanya lebih menyatu dan Golkar Sulut akan lebih solid,” umbar kader Beringin itu.

“Selain rekonsiliasi, Setnov juga akan memimpin rapat konsolidasi partai, guna menatap Pilkada serentak 2018, Pileg, Pilpres 2019. Khusus di Sulut, Golkar akan membidik kemenangan di 6 Pilkada kabupaten kota se Sulut. Kemenangan di Sangihe lalu jadi acuan,”  timpalnya.

Ia pun meyakini, lewat Setnov, SVR dan Tetty akan kembali menyatu. “Pasti akan ada komitmen politik yang akan dibuat oleh keduanya. Memang kalau SVR dan Tetty masih terbelah, Golkar sulit untuk berbuat di Pilkada serentak, Pileg dan Pilres nanti. Kedua figur itu sangat dibutuhkan Golkar Sulut. Tentu tanpa mengesampingkan kader-kader potensial Golkar lainnya, seperti Jimmy Eman dan kawan-kawan lainnya,” pungkasnya.

Diketahui, di Sulut, ada kepala 2 daerah dari Golkar, yakni Christiany Paruntu (Bupati Minsel) dan Jimmy Feidie Eman (Walikota Tomohon)   dan satu Bupati terpilih yang diusung Golkar yaitu, Jabes Gaghana (Sangihe).

Tahun 2018 mendatang akan ada 6 kabupaten kota di Sulut yang akan menghelat Pilkada serentak. Masing-masing di Kabupaten Minahasa, Mitra, Bolmut, Sitaro, Talaud dan Kota Kotamobagu. Sementara tahun 2017, Golkar mengklaim memenangi 58 persen di pilkada serentak. Calon yang diusung Beringin disebut menang di 30 daerah dari total 52 daerah yang menggelar pilkada.

 

TAUFIK: GOLKAR CARI TITIK BALIK

Kabar rekonsiliasi utuh antara SVR dan Tetty mendapat atensi dari Taufik Tumbelaka, salah satu pemerhati politik Sulut. Apalagi, penyatuan itu dikabarkan akan difasilitasi Ketum Golkar, Setya Novanto.

“Pasti DPP sudah dapat info lengkap, soal faksi-faksi yang terjadi di internal Golkar Sulut. Mungkin mereka (DPP, red) melihat, polemik itu sudah kian mengancam keutuhan partai. Jadi mereka langsung bergerak cepat. Apalagi menjelang Pilkada serentak, Pileg dan Pilpres,” tanggap jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu  Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta kepada harian ini,  Selasa (2/5) kemarin.

“Adanya kubu-kubuan di suatu partai itu hal yang lumrah. Tapi DPP pasti sudah berhitung, kalau kubu SVR dan kubu Tetty menyatu tentu akan lebih menguntungkan partai,” sambungnya.

Pun begitu, penyatuan kubu SVR dan Tetty dinilai tidak akan bersifat tetap. “Peluang kedua faksi menyatu (SVR-Tetty, red),  itu sangat terbuka lebar. Apalagi kalau difasilitasi Ketum. Cuma itu sulit bersifat permanen. Pasti akan ada kompromi atau deal-deal politik dari penyatuan itu,” terang Taufik.

“Cuma tinggal tunggu apa bargaining tersebut. Bisa juga, ada deal, CNR (Careig Naichel Runtu, red), putra SVR diusung Golkar sebagai kandidat bupati atau wakil bupati di Minahasa dengan dukungan penuh Tetty dan kubunya. Bila CNR menang, Tetty gantikan posisi SVR sebagai Ketua Golkar Sulut dan SVR ke DPP. Atau deal-deal lainnya,” ulasnya lagi.

Baginya, SVR akan sulit memajukan Golkar Sulut tanpa dukungan Tetty dan kawan-kawan. Begitu pula sebaliknya. “Karena keduanya, termasuk tokoh sentral di Golkar di Sulut saat ini.   Dan masing-masing memiliki pendukung yang seimbang baik di level pimpinan DPD II dan akar rumput. Kalau keduanya menyatu, itu akan mengancam PDIP sebagai partai penguasa,”  beber putra Gubernur Pertama Sulut itu.

Soal kemenangan Golkar di Sangihe, Taufik mengganggap Taufik bukan sepenuhnya andil dari Beringin. “Tak bisa dipungkiri, kemenangan di Pilkada Sangihe, itu lebih dominan karena faktor Jabes (Gaghana, red).  Jadi Golkar belum bisa mengklaim bahwa itu kemenangan Golkar,” semburnya.

Pun begitu, Taufik mengakui, Golkar merupakan partai yang lentur. “Golkar bukan tipe partai yang dogmatis, tapi agak pragmatis. Selalu luwes dalam kondisi tertentu. Golkar bisa mengusung kandidat kepala daerah diluar kader yang dianggap potensial.  Sebab Golkar sedang mencari titik balik. Jadi peluang Golkar untuk kembali bangkit di Sulut dan memenangkan Pilkada serentak tahun depan, masih terbuka lebar,” tandasnya.

 

AKUI KEDATANGAN SETNOV, SVR TAMPIK ADA AGENDA REKONSILIASI 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu, tak menampik Ketua Umum Beringin, Setya Novanto akan datang di Bumi Nyiur Melambai. Kehadiran Setnov disebut untuk melakukan konsolidasi partai.

“Ketum akan datang tanggal 13 Mei ini. Ini dalam rangka konsolidasi partai. Nanti ada penguatan-penguatan yang akan diberikan ketum untuk kader-kader partai,” beber mantan Bupati Minahasa dua periode itu, kepada Media Sulut, Selasa (2/5) kemarin.

Selain itu, Setnov juga akan mengikuti sejumlah kegiatan yang diagendakan partai, seperti bedah rumah, program bersama petani serta beberapa agenda lainnya. “Tapi itu sementara diatur oleh panitia,” katanya.

Ia pun menampik kabar yang menyebut tujuan utama kedatangan Setnov di Sulut yakni untuk melakukan rekonsiliasi sekaligus memediasi friksi yang terjadi di internal Golkar Sulut, utamanya antara dirinya dengan Tetty. “Rekonsiliasi apa? Saya dan Tetty tidak ada masalah,” tepis SVR.

SVR juga membantah agenda konsolidasi partai yang akan dihadiri Setnov akan membahas soal Pilkada serentak di Sulut. “Belum. Kalau itu masih jauh,” kuncinya.

 

Banner Media Sulut

Komentar