Birokrat Berpeluang di Pilkada Mitra

Ratahan, MS

Kontestasi kalangan birokrat diprediksi akan meramaikan panggung politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa Tenggara (Mitra). Terbukti dengan mencuatnya sejumlah nama, diantaranya Asisten III Pieter Owu, Asisten I Rolly Mamahit dan Sekda Minahasa Tenggara Farry Liwe.

Didunia birokrasi Kabupaten Mitra, Owu dikenal sudah beberapa kali memegang jabatan stategis. Mantan Sekretaris camat Belang ini digadang-gadang bakal maju di Pilkada Mitra dari PDI Perjuangan. Piether Owu sendiri merupakan putra Ratahan yang sukses melalangbuana di dunia birokrat Sulut.

Selanjutnya Rolly Mamahit. Beberapa tahun silam, di pemerintahan Ramoy Luntungan, dirinya pernah menjadi Camat Tombatu. Kemudian pernah menjabat Kadis Perhubungan Mitra.

Nama Mamahit kembali muncul sebagai kandidat di Pilkada Minahasa Tenggara. Kemudian Otto Sandag. Mantan Asisten 3 Setdakab Mitra ini berasal dari Silian. Dia dikenal punya basis massa di Silian Raya. Dua birokrat asal Pemkab Minahasa Tenggara Welly Munaisehe dan vecky Mokorimban pun disebut-sebut bisa jadi papan dua di Pilkada Minahasa Tenggara.

Pengamat politik Toar Palilingan menilai peluang para birokrat yang maju dalam Pilkada 2018 sangat terbuka. “Karena para birokrat bisa dibilang berpengalaman dalam bidang pemerintahan,” katanya.

Namun Palilingan mengatakan, penentuan kembali ke masyarakat sebagai pemegang kekuasaan memilih. “Sekarang masyarakat sudah mulai sadar dalam memilih pemimpin. Masyarakat melihat apakah calon pemimpin ini bisa menawarkan solusi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan konkret dalam masyarakat,” ucap Palilingan.

Untuk itu, Palilingan menilai tingkat popularitas dari calon sangat menentukan. “Yang dimaksud dengan popularitas adalah bagaimana calon dari birokrat bisa turun langsung berbaur dengan masyarakat. Juga calon tersebut bisa dikenal di tengah masyarakat,” bebernya.

Ditambahkan Palilingan, unsur figur, popularitas, dan bagaimana calon bisa menawarkan apa yang dibutuhkan masyarakat ditambah pengalaman di bidang birokrasi, adalah modal utama. “Tingkat elektabilitas calon dari birokrat akan tinggi. Ditambah diusung partai yang tepat. Kemungkinan besar kemenangan bisa diraih dalam Pilkada 2018,” tandasnya. (didi gara)

 

Banner Media Sulut

Komentar

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.