Suasana Press Release Di Aula Kantor BNNP Sulut Yang Dipimpin Langsung Kepala BNNP Sulut, Brigjen Drs Charles Ngili.

BNNP Sulut Ringkus 14 Orang, 3 Diantaranya Narapidana

Gencar Perangi Narkoba

Manado, MS
Semangat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara (Sulut) memberantas narkoba patut diapresiasi. Sejumlah upaya terus digencarkan guna membongkar sindikat barang haram ini. Hal itu terlihat dari sejumlah pengungkapan kasus narkotika oleh pihak BNNP Sulut. Tak tanggung-tanggung sebanyak 14 orang berhasil diamankan institusi pemberantasan narkoba besutan Brigjen Drs Charles Ngili ini.

Hal itu terungkap dalam press release yang dipimpin langsung Kepala BNNP Sulut, Brigjen Drs Charles Ngili, di Aula Kantor BNNP Sulut, Rabu (6/6) kemarin. "Dari 14 orang, sembilan di antaranya kita kategorikan untuk direhabilitasi, sementara lima lainnya kita proses secara hukum karena memenuhi unsur," ujarnya, pada jumpa pers, di Aula Kantor BNNP Sulut pada Rabu (6/6) kemarin.

Dikatakan Ngili, untuk barang bukti, pihaknya berhasil mengamankan 0.34 gram paket narkotika golongan satu bukan tanaman jenis sabu. Paket tersebut diamankan dari lelaki berinisial A. “Selain itu tim juga mengamankan barang bukti lain yakni satu buah hanphone samsung GT hitam, satu buah hanphone oppo warna gold, dan satu lembar kertas bukti pengiriman dari jasa pengiriman J&T Expres,” ujar Ngili.

Dijelaskan Ngili, penangkapan ini sendiri bermula saat pihaknya mendapat informasi pada 22 Mei 2018 bahwa ada seorang lelaki yang memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika di daerah Warembungan.

Pada pukul 21.30 Wita tim berantas BNNP Sulut yang dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan AKBP John Thenu SH kemudian bergerak cepat dan berhasil menangkap lelaki berinisial AC di Jalan Perkebunan Jaga VII Desa Warembungan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa.

Dari tangan AC, tim berhasil menemukan narkotika golongan satu bukan tanaman jenis sabu sebanyak satu paket kecil didalam plastik bening terbungkus dengan plastik hitam di saku celana sebelah kanannya.

Berdasarkan informasi dari AC, tim berantas BNNP Sulut kemudian melakukan pengembangan ke Provinsi Kalimantan Barat tepatnya di Kabupaten Singkawang.

"Di sana kita mengamankan empat orang lelaki. Di antaranya berinisial RP, HBS, HS, dan UAS. Hasil pemeriksaan urine, semuanya positif menggunakan Methamphetamin. Tiga orang di antaranya berstatus narapidana di Lapas Kelas IIB Singkawang," terang Jenderal Bintang satu ini.

Untuk tiga narapidana masing-masing sudah menjalani hukuman selama 10 bulan sampai 5 tahun. Lelaki berinisial UAS telah menjalani masa hukuman lima tahun enam bulan dari 10 tahun. Lelaki berinisial HS telah menjalani selama 3.3 tahun dari enam tahun. Dan HBS telah menjalani 10 bulan dari 1.4 tahun.

Ada dua tim yang bergerak secara bersamaan saat itu. Tim satu terdiri atas delapan orang beraksi di Singkawang, sementara tim lain juga beraksi di Manado dan berhasil mengamankan sembilan orang lelaki berinisial F, H, C, LS, RJ, A, WC, ES, dan E.

"Sembilan orang ini kita kategorikan menjadi korban penyalahguna narkotika yang didapatkan dari AC," jelasnya.

Untuk tersangka AC dikenakan Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dimana ancaman pidana penjara paling singkar empat tahun dan paling lama dua belas tahun. Dengan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 Milliar. Selain itu kepada tersangka AC juga diancam dengan Pasal 127 Ayat 1 Huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sedangkan untuk tersangka HBS, HS, RP, dan UAS dikenakan pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a jo Pasal 133 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (kharisma kurama)
======


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.