Bolmong Segera Jual Beras Kemasan 5 Kg


Lolak, MS

 

Beras merupakan komoditas strategis yang berperan dominan dalam perekonomian dan ketahanan pangan nasional. Bahkan, atas kekayaan alam dan produksi beras yang melimpah, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dijuluki satu di antara lumbung beras di Sulawesi Utara (Sulut).

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2015 dengan luas lahan sawah sebesar 23.701 hektare, Bolmong mampu memproduksi beras hingga 312.499 kwintal per tahun atau 31.249 ton per tahun. Bahkan dari data tersebut menyebutkan, kebutuhan masyarakat akan beras 25.534 per tahun, sehingga surplus beras mampu mencapai 5.716 ton atau sebesar 22 persen.

 

Dengan dunia teknologi yang semakin maju, ditambah dengan mewujudkan visi dan misi Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny R Tuuk, menuju Bolmong Hebat, kemungkinan besar inovasi daerah harus semakin maju. Nah, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong mampu memberikan keyakinan kepada petani untuk bisa berinovasi maju, meningkatkan mutu pertanian hingga dikenal daerah lain.

 

Terobosan ini, salah satunya mampu dijawab Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindak-ESDM) Bolmong dengan menghadirkan beras yang dikemas secara ekonomis kepada masyarakat.

 

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong George Tanor, melalui Kepala Bidang Promosi, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Treystien Hapulu, Selasa (17/10) kemarin,  menerangkan pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat petani akan pentingnya ekonomi berkemajuan. "Kami melakukan sosialisasi beras kemasan 5 kilogram berstandar nasional, di dua tempat di antaranya di Desa Tuyat dan Lolak selama 2 hari berturut-turut. Kami bahkan mengundang para pengusaha-pengusaha beras agar lebih termotivasi dalam pengembangan bisnis produk pangan ini," ungkap Hapulu.

 

Menurut dia, saat dilakukan sosialisasi, di antaranya di Desa Tuyat dihadiri 60-an orang dan di Desa Lolak dihadiri 100 peserta, banyak yang antusias dan ingin mengubah produk usaha beras dengan yang lebih efisien.

 

"Sekarang banyak yg mencari kemasan yang ringan, higienis dan tentunya punya mutu beras yang unggul. Tentu saja di Bolmong masuk syarat itu, di antaranya bisa menjadi produk beras premium dari kategori kelompok beras khas Produk Bolmong," jelas Hapulu.

 

Dia menjelaskan, tujuan dari pengenalan beras kemasan ini kepada masyarakat, di antaranya untuk mengajak kepada para pengusaha beras, gilingan dan petani sawah agar menjual hasil produksi berasnya dalam bentuk kemasan.

 

"Terutama kemasan 5 kg, dgn tujuan untuk meningkatkan nilai tambah, agar beras bolmong bisa dikenal di semua daerah bahkan akan ke nasional," tutupnya. (endar yahya)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado