Suphan Hasan

Bolmut Krisis Elpiji

PERAYAAN Idul Fitri di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), bakal terusik. Menipisnya stok elpiji atau LPG (Liquified Petroleum Gas) di wilayah paling selatan Bumi Totabuan ini, jadi pemicu.

Hal itu diakui Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bolmut, Farham Patadjenu. Kepada sejumlah wartawan, ia membenarkan langkanya stok gas khususnya ukuran 3 Kilogram (Kg). Nilai Farham, masalah ini disebabkan permintaan atau konsumsi msyarakat pada bulan Ramadan yang terus meningkat.

“Sejak menjadi keluhan warga kemarin, kami telah berkoordinasi dengan pihak distributor gas di wilayah Bolmut dan hasil komunikasi pihak distributor gas mengungkapkan, telah kembali memasok tabung gas LPG 3 Kg ke wilayah Bolmut,” tutur Farham.

Dia juga mengatakan, distribusi gas biasanya dalam sehari bisa sampai 3 truk bermuatan 560 tabung masuk ke Bolmut. Namun, bisa juga disesuaikan dengan jadwal sekali dalam dua hari. “Kami akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dan ketersediaan gas LPG bersubsidi di Kabupaten Bolmut dengan harga yang masih pada posisi standar,” kuncinya.

Sementara itu, personil Komisi II Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmut Suphan Hasan, mendesak Disperindagkop dan agen panyalur gas LPG di wilayah Bolmut untuk menjamin ketersedian pasokan gas LPG 3 Kg pada bulan suci ramadhan hingga lebaran. “Estimasi pemakaian LPG pada saat puasa dan lebaran umumnya naik. Untuk itu, Pertamina harus menyusun kebutuhan gas elpiji 3 Kg ini untuk Ramadan dan Lebaran, sesuai estimasi yang disusun berdasarkan tren tahunan. Sebab, saat ini sebagian masyarakat masih sulit mendapatkan gas elpiji 3 kilo ini,” tandas Hasan.

Sebelumnya, Pemkab Bolmut telah mengeluarkan surat edaran tentang penggunan LPG ukuran 3 Kilogram. Namun nyatanya masyarakat Bolmut sangat sulit untuk mendapatkannya. Apalagi menjelang lebaran Idul Fitri 1439 Hijiriah ini.(nanang kasim)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.