BOLMUT TERANCAM PECAH

Kaidipang, MS

Arena pertarungan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) penuh bara. Serangan antar pendukung pun sengit tersaji di media sosial (medsos). Teror  berita bohong yang menyesatkan (hoax) ikut mewarnai. Ancaman perpecahan kini menganga.

 

Masifnya penggunaan medsos dinilai memiliki dampak yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk daerah Bolmut.

 

Medsos dijadikan medan pertempuran bagi sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuan. Berita hoax berhamburan, mewarnai intrik-intrik politik untuk mempengaruhi masyarakat agar memilih dan membenci salah satu kandidat pasangan calon (Paslon) kepala daerah.

 

Di Kabupaten Bolmut saat ini, perang antara pendukung Paslon di medsos telah menyebabkan sejumlah masyarakat menjadi kebingungan. Bahkan informasi terakhir yang diperoleh, sudah ada beberapa tim sukses Paslon saling melaporkan kepada pihak yang berwajib.

 

Menanggapi hal tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bolmut, Suriansyah Korompot, menyampaikan jika situasi keberagaman yang telah terbentuk jauh, warisan para leluhur, saat ini benar-benar mendapatkan ujian yang sangat berat. Kerenggangan hubungan sosial terus menganga karena banyak kepentingan politik yang dilancarkan oleh sekolompok orang untuk mengeruk keuntungan.

 

“Para leluhur kita telah mengajarkan kesatuan dan persatuan di tengah keberagaman, jangan hanya karena medsos semua cita-cita luhur tersebut luntur dan akan mengakibatkan hubungan sosial kemasyarakatan lebih renggang,” tandas Korompot.

 

HARGAI PERBEDAAN PILIHAN POLITIK

 

Untuk melaksanakan Pilkada yang damai dan sukses, masing-masing kandidat Paslon bupati dan wakil bupati beserta tim sukses maupun pendukung harus segera menghentikan gesekan yang dilakukan di medsos. Sebab hal tersebut sangat mengancam pesta demokrasi Bolmut yang dilaksanakan saat ini.

 

“Silahkan menggunakan medsos, berekspresi dan mengungkapkan aspirasi politiknya, khususnya melalui medsos namun demikian jangan sampai apa yang disampaikan tersebut merupakan berita yang di dalamnya mengandung hoax,” tegas pengamat politik Bolmut, Yusman Hunowu.

 

Menurutnya, ketegangan melalui medsos nantinya akan berdampak pada kepentingan yang tidak memberikan pembelajaran politik kepada masyarakat.

 

“Medsos memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berekspresi. Namun demikian masyarakat harus selalu berpikir lebih, sebab apa yang ditimbulkan medsos berupa berita hoax tentunya banyak yang akan dirugikan. Tidak hanya diri sendiri, namun juga dengan masyarakat lainnya,” tambahnya.

 

 

MEDSOS DAN ALAT PROPAGANDA

 

Tidak bisa dipungkiri jika saat ini medsos banyak dimainkan oleh berbagai kelompok kepentingan sebagai alat untuk memprovokasi atau mempropaganda, sedikit yang menggunakannya untuk edukasi positif ataupun mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, medsos berpeluang menjadi penyelundup demokrasi di era kebebasan berekspresi dan berdemokrasi yang belum bijaksana.

 

“Sebagai media tanpa batas seharusnya medsos dijadikan ruang untuk menyampaikan berbagai program politik kepada masyarakat. Dengan demikian para Paslon maupun tim sukses telah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” ujar pengamat politik Bolmut, Yusman Hunowu.

 

Untu itu dirinya mengajak kepada para Paslon bupati dan wakil bupati Bolmut periode 2018-2023 maupun para tim sukses untuk turut andil memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

 

“Selain itu peran dan sikap kritis masyarakat Bolmut dalam menerima berita hoax perlu ditingkatkan, sebab jika tidak maka daerah ini diambang disintegrasi antara masyarakat itu sendiri,” pinta Hunowu.

 

PERAN BERBAGAI PIHAK DIPERLUKAN

 

Berita hoax tidak hanya terjadi di Bolmut, namun menyeluruh di berbagai daerah. Terutama di momen Pilkada ini. Oleh karena itu peran serta pemangku kepentingan dibutuhkan untuk meluruskannya, terutama pihak kepolisian.

 

“Terkait banyak informasi hoax yang tersebar melalui media sosial, pemerintah daerah masih belum menemukan solusi akurat dalam menangkalnya secara maksimal,"

nilai Rusmin Nur Mokodompis, salah satu tokoh pemuda Bolmut.

 

Ia juga menilai, pada era keterbukaan informasi saat ini, pemerintah juga kewalahan menangkal kabar hoax. "Makanya masyarakat perlu lebih cerdas dalam menerima dan menyaring hal tersebut. Sehingga itu dibutuhkan peran dan gerak cepat dari pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk melakukan tindakan tegas kepada para pengedar informasi hoax. Baik yang dilakukan di medsos maupun secara langsung oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab kepada masyarakat,” tutur Mokodompis.

 

Terkait persoalan ini, Rusmin mengajak agar kiranya pada Pilkada Bolmut tahun 2018 ini masyarakat bertekad untuk menggunakan medsos dengan bijak.

 

"Tahun 2018 yang merupakan tahun politik bagi daerah ini sebaiknya seluruh elemen masyarakat membuat tekad untuk sehat bermedia sosial. Jangan sampai justru berkontribusi negatif terhadap kehidupan bersama yang dapat menimbulkan perpecahan di seluruh lapisan masyarakat," pinta Rusmin.

 

Sebelumnya Kepala Kepolisian Resort (Polres) Bolmong Gani Fernando Siahaan, menyampaikan akan membentuk tim cyber crime. Tim yang melibatkan sejumlah fungsi ini bekerja 24 jam untuk memantau kampanye hitam di dunia maya. Mereka melakukan patroli di dunia maya siang dan malam, terutama memantau sejumlah media sosial milik tim sukses pasangan calon.

 

“Kami berharap tidak ada kampanye hitam atau pelanggaran lainnya yang dilakukan masing-masing pasangan calon. Terutama di media sosial, yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Sehingga itu mari bersama-sama menjaga kondusifitas dan situasi kamtibmas, khususnya pada masa kampanye,” tegas Siahaan beberapa waktu lalu.

 

Menurutnya lagi, adanya kampanye hitam dan hoax dapat menimbulkan terjadinya benturan antar-pendukung calon maupun memicu konflik di masyarakat, terutama di Kabupaten Bolmut.

 

"Kami akan patroli memantau segala bentuk tindak kejahatan di medsos yang dimungkinkan adanya penghinaan, penistaan, memprovokasi, menghasut, maupun menyebarkan berita bohong di medsos yang dapat mencederai pesta demokrasi di daerah ini," tambahnya.

 

Tidak hanya membentuk tim cyber crime, Polres Bolmong dalam mensukses perhelatan Pilkada Bolmut telah membentuk satgas anti money politik dan anti intimidasi. Dijelaskan, ini merupakan wujud kepedulian Polres Bolmong selaku lembaga yang ikut mengawasi jalannya pesta demokrasi yang berlangsung di Bolmut.

 

“Satgas ini untuk memberikan jaminan kenyamanan dan antisipasi terjadinya tindakan yang merusak pesta demokrasi,” terang Gani.

 

Pembentukan Satgas money politik dan intimidasi, agar para calon yang maju sebagai kontestan di PIlkada, dapat merasa aman dan tidak perlu khawatir. Sehingga bisa melahirkan Pilkada berintegritas, jujur dan adil. Satgas yang dibentuk itu terdiri dari gabungan antar instansi terkait yakni Kejaksaan, Panwas, anggota TNI serta anggota Kepolisian.

 

Untuk itu dirinya berharap agar masyarakat bisa memilih hak pilihnya sesuai dengan nurani tanpa terpengaruh adanya iming-iming uang atau janji-janji palsu serta tidak ada intimidasi dari pihak manapun.

 

“Saya berharap toko-toko, elit politik dan seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga stabilitas keamanan, hingga pelaksanaan pencobolosan nanti,” harapnya.

 

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolmut, Faisal Husin, meminta dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh rumor politik terkait Pilkada 2018 di daerah itu, terutama yang disampaikan melalui medsos.

 

"KPUD Bolmut sangat berharap kepada seluruh masyarakat, lebih khusus tim sukses untuk lebih arif dan bijaksana, sebab terlaksananya Pilkada Bolmut yang sukses tergantung kita semua," kata Husin.

 

Masyarakat harus lebih cerdas dalam menggunakan medsos. “Untuk itu masyarakat Bolmut lebih cerdas dalam memilah mana berita yang bisa membangun dan menambah pendidikan politik dan mana yang tidak, sebab yang dirugikan adalah masyarakat Bolmut itu sendiri,” tutup Faisal. (nanang kasim)


Komentar