BOS Triwulan II Ditahan

Ratahan, MS

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan II Minahasa Tenggara (Mitra) 2018, ditahan pihak pemerintah kabupaten (pemkab). Alasan pembayaran pajak atas penggunaan dana operasional tersebut menjadi salah satu poin, belum disalurkannya dana tersebut.

Diperoleh informasi, penggunaan dana BOS triwulan I sudah dilakukan oleh 96 Sekolah Dasar (SD) dan 41 Sekolah Menengah Pertama (SMP), disertai Laporan Pertanggung Jawaban (SPJ). Bahkan penerbitan Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP3B) sudah dilakukan pihak keuangan daerah.

Hanya saja penerbitan Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP2B) oleh pihak keuangan daerah tak dapat dilakukan mengingat pembayaran pajak terhadap penggunaan dana BOS triwulan I belum dilakukan pihak sekolah.

Walhasil, pihak sekolah pun berkumpul di Kantor Dinas Pendidikan di perkantoran bupati blok A Kelurahan Wawali Pasan Ratahan, kemarin. “Pihak keuangan daerah tak dapat menerbitkan SP2B dikarenakan pembayaran pajak yang harus dilakukan pihak penerima (sekolah). Makanya dana triwulan kedua, tak bisa dicairkan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Djelly Waruis melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Felda Tombokan, kemarin.

Dia menjelaskan, penyaluran baru akan dilakukan ketika pembayaran pajak terhadap penggunaan dana triwulan I sudah dilakukan pihak sekolah. “Khusus untuk sekolah negeri mereka belum diterbitkan SP3B dikarenakan pembayaran pajak tadi,” tukas Felda.

Terkait hal ini, pihaknya mengaku sudah selalu mengingat-ingatkan pihak sekolah terhadap pentingnya pembayaran pajak tersebut. “Sebab ini akan menjadi temuan pihak auditor dalam pemreiksaan sebentar. nah kalau sudah begitu siapa yang bertanggung jawab? Tentu pihak sekolah yang menggunakan dana bantuan ini. Makanya kita mengumpulkan pihak sekolah terkait masalah penyaluran triwulan II,” jelasnya.

“Kalau sudah begitu, berarti pihak sekolah memang sudah harus membayarkan dana pajak tersebut agar bisa menggunakan dana BOS pada triwulan selanjutnya. Dan ini memang sudah sesuai dengan petunjuk teknis penggunaan BOS,” sambung Felda.

Sedangkan, setiap siswa SD dihargai sebesar Rp800 ribu pertahun dan untuk SMP setiap siswanya diplot anggaran sebesar Rp1 juta pertahunnya. (recky korompis)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.