Alat berat yang diterjunkan BPBD Minahasa untuk membersihkan material longsor di Makawembeng.

BPBD Terjunkan Alat Berat Bersihkan Material Longsor Makawembeng

Tondano, MS
Longsor sepanjang 300 meter yang menutup badan jalan di jalur Marawas menuju Makawembeng mulai dibersihkan. Hal itu setelah Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerjunkan alat berat jenis eksavator untuk membersihkan material tanah di lokasi terjadinya longsor yang volumenya mencapai 450 meter kubik.
 
Informasi yang dirangkum Media Sulut, proses pembersihan material longsor sudah berlangsung selama dua hari sejak Senin (5/3). "Saat ini (kemarin, red) sudah memasuki hari kedua pembersihan material," tutur Ewin Rantung, operator alat berat yang membersihkan material longsor saat diwawancarai di lokasi, Selasa (6/3).
 
Proses pembersihan pun diakui sempat terkendala dengan kondisi cuaca. "Sejak pagi hujan terus mengguyur dan itu sedikit menghambat pekerjaan pembersihan material. Apalagi mengingat lokasi longsor berada di wilayah pegunungan yang cukup menanjak, jadi cukup beresiko juga," akunya.
 
"Tapi untuk akses masuk maupun keluar alat berat ke lokasi longsor sejauh ini tidak ada kendala," sambung Rantung.
 
Diketahui, akibat tertutup longsor rute tersebut sempat lumpuh total sejak Jumat pekan lalu. Namun setelah dibersihkan selama dua hari, akses transportasi darat di wilayah pegunungan Tondano Utara itu akhirnya sudah bisa dilewati.
 
Di sisi lain, pihak BPBD Minahasa tetap menghimbau masyarakat untuk waspada mengingat cuaca hujan masih mengguyur wilayah Minahasa.
 
"Kalau bisa warga yang bermukim di wilayah rawan longsor supaya mengungsi dulu ke tempat aman, apalagi jika intensitas curah hujan masih tinggi," imbau Kepala BPBD Minahasa, Johanis Pesik, melalui Kabid Penanggulangan Bencana, Alex Dotulong.
 
Wilayah Minahasa memang tergolong rawan longsor dikarenakan struktur tanah yang rentan. Tak heran ada sejumlah titik yang jadi langganan longsor apabila curah hujan terjadi berkepanjangan.
 
Alex memaparkan, sesuai pemetaan wilayah rawan bencana oleh pihak BPBD, potensi longsor tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Tondano Utara, Kakas, Langowan Selatan, Langowan Timur, Tombulu, Tombariri, Kombi dan Lembean Timur.
 
"Intinya rata-rata kecamatan yang secara struktur geografis memiliki wilayah pegunungan masuk kategori rawan longsor," ujarnya.
 
Sampai saat ini BPBD Minahasa tetap siaga serta rutin melakukan pemantauan seluruh lokasi yang rawan terkena bencana. (jackson kewas)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado